facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Resmi! 7 Siswa Sekolah Islam Perusak Kuburan Kristen Cemoro Kembar Jadi Tersangka

Pebriansyah Ariefana Kamis, 01 Juli 2021 | 14:07 WIB

Resmi! 7 Siswa Sekolah Islam Perusak Kuburan Kristen Cemoro Kembar Jadi Tersangka
Kuburan orang Kristen atau makam orang Kristen diteror. Kuburan orang kristen Solo dirusak. Lalu Wali Kota Solo Gibran ngamuk. (Youtube Berita Surakarta)

Resmi! 7 Siswa Sekolah Islam Perusak Kuburan Kristen Cemoro Kembar Jadi Tersangka

SuaraBali.id - Sebanyak 7 siswa sekolah Islam perusak kuburan Kristen Cemoro Kembar jadi tersangka. Mereka ditangani Satreskrim Polresta Solo. Mereka dari Rumah Kutab Milah Muhammad.

Ketujuh anak itu adalah siswa sekolah Islam yang sekolahnya ada di dekat TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Penetapan itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara kasus perusakan 12 makam, Rabu (16/6/2021).

Dilansir Solopos.com, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan perkembangan perusakan makam kepolisian telah menggelar serangkaian gelar perkara dan telah menentukan tujuh anak berkonflik dengan hukum karena diduga merusak makam.

Baca Juga: Sekolah Islam Siswa Rusak Kuburan Kristen Cemoro Kembar Akhirnya Dipindahkan

Sesusai amanat Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dari tujuh anak itu dibagi dua penyelesaian hukum. Untuk anak-anak berusia di atas 12 tahun di bawah 18 tahun, proses hukum dilakukan secara diversi.

Kuburan orang Kristen atau makam orang Kristen diteror. Kuburan orang kristen Solo dirusak. Lalu Wali Kota Solo Gibran ngamuk. (Youtube Berita Surakarta)
Kuburan orang Kristen atau makam orang Kristen diteror. Kuburan orang kristen Solo dirusak. Lalu Wali Kota Solo Gibran ngamuk. (Youtube Berita Surakarta)

Hal itu berdasarkan amanat undang-undang yang mewajibkan proses diversi pada setiap tingkat pemeriksaan.

Proses itu dilakukan dengan mempertemukan seluruh pihak yakni tersangka, korban, pekerja sosial, psikolog anak, orang tua tersangka, dan tokoh masyarakat.

Kemudian untuk anak-anak di bawah 12 tahun proses hukum dilakukan melalui putusan tiga pilar yakni penyidik kepolisian, pekerja sosial, dan Bapas Solo.

“Anak-anak di bawah 12 tahun Bapas memeriksa dan meneliti dan memutuskan dikembalikan ke orangtua atau rekomendasi lain seperti pembinaan lanjutan kepada anak,” papar dia.

Baca Juga: Kuburan Kristen Cemoro Kembar Dirusak, Polisi Periksa 23 Saksi, Pelaku Murid Kuttab

Dari tujuh anak perusak makam di Solo itu satu orang menjalani proses diversi dan enam anak lain melalui putusan tiga pilar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait