facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jembrana Diresahkan Penipuan Atas Nama Pejabat, Minta Uang Hingga Pulsa

Eviera Paramita Sandi Selasa, 22 Maret 2022 | 10:06 WIB

Jembrana Diresahkan Penipuan Atas Nama Pejabat, Minta Uang Hingga Pulsa
Pegawai PLUT Jembrana Jadi Korban Penipuan. [Foto : Istimewa/beritabali.com]

Adapun kronologisnya bermula saat korban dihubungi via watshaap oleh salah seorang yang mengaku Perbekel Banyubiru

SuaraBali.id - Masyarakat di Jembrana, Bali saat ini diresahkan dengan penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik. Umumnya modus yang dilakukan oleh sang penipu dengan cara meminta uang hingga transfer pulsa.

Modus pelaku adalah dengan memasang foto pejabat di profil whatsapp untuk memperdaya korbannya. Korbannya pun sudah ada.

Salah satu korban penipuan bernama Diah puspayanti pegawai yang bertugas di PLUT Jembrana. Korban mengatakan hal ini pada Senin (21/03/2022). Ia menceritakan kalau pada Jumat tanggal 18 Maret lalu lalu dia kena tipu Rp800 ribu.

Adapun kronologisnya bermula saat korban dihubungi via watshaap oleh salah seorang yang mengaku Perbekel Banyubiru. Bahkan photo di WA juga adalah photo Perbekel Banyubiru dan Camat Negara yang ada di ruangan camat.

Baca Juga: Putri Koster Ajak Masyarakat Bali Berpikir Positif Untuk Hindari Kemunculan Sakit Mental

Oknum yang mengaku perbekel saat itu memesan pulsa 200 ribu.

"Kebeneran saya berjualan pulsa. Rumah saya dekat kantor desa dan kebeneran saya juga ada program pelatihan UMKM di kantor desa Banyubiru. Ya saya kirimkan pulsa. Kemudian oknum perbekel mengaku bersama Camat Negara yang juga meminta kiriman pulsa. Saya juga kirimkan," katanya seperti diwartakan beritabali.com – Jaringan suara.com.

Kemudian ada nomor baru yang mengaku Camat Negara juga menelponnya dan minta kiriman pulsa. Setelah pulsa dikirim hingga totalnya Rp800 ribu, oknum itu meminta ditranferkan uang Rp3 juta ke rekening Ahmad Pansori Lukman.

"Ketika penipu meminta untuk mentranser uang sebesar 3 juta rupiah, barulah saya sadar jika ini adalah penipuan," katanya.

Ia langsung mendatangi kantor desa yang mengecek kebenarannya, ternyata Perbekel saat itu tidak ke kantor karena sakit. 

Baca Juga: Pelatih Bali United Stefano Cugurra Minta Tim Tetap Bermain Spartan Lawan Madura United

“Sempat saya lapor ke cyber crime, terlacak lokasi sang penipu berada di Lampung,” ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait