Putri Koster Ajak Masyarakat Bali Berpikir Positif Untuk Hindari Kemunculan Sakit Mental

Ia menjelaskan banyak orang memilih memendam perasaan dan masalahnya sehingga orang lain takt ahu apa yang terjadi dan bagaimana harus membantu

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 22 Maret 2022 | 07:42 WIB
Putri Koster Ajak Masyarakat Bali Berpikir Positif Untuk Hindari Kemunculan Sakit Mental
Istri Gubernur Bali, Putri Suastini Koster

SuaraBali.id - Istri Gubernur Bali yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster meminta masyarakat di Pulau Dewata untuk mencegah munculnya sakit mental. Sakit mental menurutnya juga terjadi di tengah meningkatnya kasus bunuh diri.

Ia menjelaskan banyak orang memilih memendam perasaan dan masalahnya sehingga orang lain takt ahu apa yang terjadi dan bagaimana harus membantu.

"Banyak permasalahan yang terjadi saat ini, namun sebagian orang lebih memilih diam dan memendam permasalahannya," kata Putri Koster dalam webinar bertajuk "Gangguan Mental: Gejala, Penyebab dan Mengobati" Senin (22/3/2022).

"Hal inilah yang nantinya dapat memicu seseorang akan memilih untuk mengambil tindakan cepat untuk mengakhiri hidupnya," tambahnya lagi.

Ia pun mengajak semua pihak agar saling peduli dengan lingkungan dan tetangganya, karena itulah fungsi kita bersaudara untuk saling dapat memperhatikan dan meringankan beban orang lain.

Selain itu demi menghindari sakit mental, Putri Koster, mengajak masyarakat untuk berpikir yang positif, berkata dan bertingkah laku yang positif.

Ia tidak memungkiri merebaknya pandemi COVID-19 telah menyebabkan munculnya banyak permasalahan dan meningkatnya kasus gangguan mental karena merosotnya perekonomian akibat PHK.

"Kondisi ini harus disikapi dengan cepat untuk mengambil alih keputusan untuk menghasilkan uang, baik itu beralih ke bidang kuliner atau penyediaan jasa lainnya.

Dalam webinar menghadirkan dua pembicara, yakni pemerhati kesehatan mental Prof Luh Ketut Suryani dan psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Cokorda Bagus Jaya Lesmana.

Prof LK Suryani menyebut gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku, suasana hati atau kombinasi di antaranya.

Kondisi ini dapat terjadi sesekali atau berlangsung dalam waktu yang lama (kronis) dengan gejala waham atau delusi, dimana seseorang meyakini sesuatu yang tidak nyata dan bersifat halusinasi, mengalami suasana hati yang berubah-ubah, perasaan sedih yang berlangsung dalam kurun waktu lama.

Terdapat beberapa penyebab terjadinya gangguan mental di antaranya adanya gangguan pada fungsi sel saraf di otak, infeksi, kelainan bawaan dan kerusakan otak akibat benturan.

Selain itu, kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan, memiliki keluarga atau orang tua yang gangguan jiwa, kekurangan nutrisi, peristiwa traumatis dan sebagainya

"Jadi, dua penyebab gangguan mental, baik itu faktor biologis ataupun faktor psikologis sama-sama memiliki peran untuk dihindari," katanya.

Untuk mencegah terjadinya gangguan mental perlu dukungan banyak pihak agar kita tidak berdiri sendiri dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang muncul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini