- Masyarakat memburu lokasi penukaran uang baru menjelang Idul Fitri, termasuk layanan keliling Bank Indonesia Perwakilan NTB.
- Tradisi menukar uang baru setiap Ramadan bertujuan membahagiakan penerima saat Idul Fitri, seperti dilakukan warga Mataram.
- Warga menukarkan hasil tabungan khusus selama 11 bulan agar dapat membagikan uang baru tanpa membebani pengeluaran bulanan.
SuaraBali.id - Jelang hari Raya Idul Fitri, masyarakat mulai memburu lokasi penukaran uang baru.
Penukaran uang baru tidak hanya di perbankkan melainkan secara keliling yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Perwakilan NTB di sejumlah titik.
Salah seorang ibu rumah tangga di Kota Mataram, Mala mengatakan penukaran uang baru setiap ramadan menjadi sebuah tradisi di keluarganya.
Pasalnya, para penerima merasa bahagia ketika menerima uang baru pada saat lebaran.
Baca Juga:Tetap Bugar Saat Berpuasa, Ini Waktu Tepat dan Lokasi Asik Buat Jogging di Kota Mataram
“Intinya tukar uang baru biar bahagia yg nerima plus-plus. Karena saya merasakan sendiri, ketika di kasih uang baru oleh seorang, pasti lebih bahagia dan uang baru kesannya dapat memberikan semangat serta motivasi baru,” katanya Jum’at (6/3/2026).
Ia mengatakan, tahun ini dirinya hanya menukar Rp2,2 juta dengan berbagai pecahan kecil. Biasanya uang yang ditukar yaitu mencapai Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.
Mulai dari pecahan Rp2.000 hingga Rp10.000. “Tahun ini sedikit terkumpul. Jadi cuma bisa nuker segitu,” katanya.
Diterangkannya, uang yang ditukarkan setiap tahun ini merupakan hasil tabungan selama 11 bulan. Dimana, sudah ada celengan khusus yang disiapkan untuk lebaran.
“Biar nggak berat keluarkan uang saat puasa, saya cicil tiap bulan, masukkan ke celengan. Setiap dapat gaji, langsung saya potong buat celengan, begitu juga kalau dapat uang sampingan, saya sisihkan ke celengan,” katanya.
Baca Juga:Dari Teras Udayana sampai Jalan Majapahit: Mengintip Surga Kuliner Ramadan di Kota Mataram
Dengan metode tersebut, setiap tahun bisa berbagai dengan uang baru dan tidak perlu mengeluarkan uang lainnya.
“Alhamdulillah, dengan cara itu setiap tahun bisa berbagi, meski tidak banyak,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan uang baru yang dibagikan menambah kebahagian dan keberkahan bagi penerima.
Salah satu prinsip yang tetap dijalani adalah ketika berbagi harus dengan yang terbaik. Tidak hanya pas bulan puasa ramadan melainkan juga di hari-hari biasanya.
“Kalau yang nerima senang, kita juga ikut bahagia, apalagi anak-anak kalau dapat uang baru pasti uangnya di cium-cium aromanya,” katanya.
Ibu tiga orang anak ini mengatakan, meski uang yang diberikan memiliki nilai yang sama tapi saat menerima dan memberikan mempunyai rasa yang berbeda.