alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Meski Permintaan Turun, Keben Bermotif Tempelan Masih Bergeliat

Dythia Novianty Rabu, 05 Mei 2021 | 13:27 WIB

Meski Permintaan Turun, Keben Bermotif Tempelan Masih Bergeliat
Keben Bermotif Tempelan. [BeritaBali/Ist]

Meskipun ada sedikit penurunan jumlah permintaan pada Hari Raya Galungan dan Kuningan bulan lalu.

SuaraBali.id - Pandemi Covid-19 memberi dampak terhadap permintaan produk kerajinan keben bermotif tempelan, desain berbagai warna warni bunga.

Meskipun ada sedikit penurunan jumlah permintaan pada Hari Raya Galungan dan Kuningan bulan lalu akan tetapi, penjualan disebut masih mampu bergeliat.

Salah satu pelaku usaha alat-alat upakara yadnya dan persembahyangan di Banjar Blumbang, Badung, Ni Made Budi.

"Sejak pandemi telah ada menurun permintaan sebesar 50 persen, akan tetapi kondisi tersebut tidak terlalu berdampak signifikan pada permintaan produk Keben secara umum. Jadi, bisa dikatakan masih ada saja yang membeli meskipun tidak dalam jumlah banyak," ujarnya dikutip dari beritabadung.id, oleh BeritaBali, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Tarik Wisatawan Lewat Lomba Minum Arak Bali

Sebelumnya, pesanan sempat datang dari luar daerah dengan cara pembeli datang langsung, selanjutnya beberapa bulan sekali diambil dalam jumlah banyak.

"Sempat sampai luar daerah Keben ini dipesan untuk dibawa ke Lampung, Sulawesi, Lombok serta ke Jakarta dengan sekali angkut mencapai kurang lebih 50 Pcs Keben dan beberapa produk upakara lainnya," ujarnya.

Untuk Keben-keben belum ditempel kertas tisu bermotif sebagian besar, didatangkan dari pengrajin di beberapa daerah di Bali, yang sebagian besar berbahan baku Bambu dan daun Pandan.

"Keben-keben ini sebagian besar didatangkan dari daerah Buleleng dan Bangli, untuk selanjutnya ditempel dengan kertas bermotif bunga-bungaan ini yang dipesan secara langsung dari negara Korea," jelasnya.

Dalam pengerjaan penempelan biasanya dilakukan oleh 6 orang pekerja khususnya para ibu-ibu rumah tangga dalam mengisi waktu sengang. Dalam sehari, per orang mampu menempel ke belasan Keben.

Baca Juga: Bupati Minta Pembangunan Pabrik Limbah Medis di Jembrana Ditunda

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait