alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupati Minta Pembangunan Pabrik Limbah Medis di Jembrana Ditunda

Arief Apriadi Rabu, 05 Mei 2021 | 11:57 WIB

Bupati Minta Pembangunan Pabrik Limbah Medis di Jembrana Ditunda
I Nengah Tamba Bupati Jembrana [BeritaBali.com/Istimewa].

Permintaan tersebut diungkapkan Bupati Tamba di sela-sela pemantauan vaksinasi massal untuk para buruh pengalengan ikan di Desa Pengambengan Selasa (04/05/2021).

SuaraBali.id - Bupati Jembrana I Nengah Tamba meminta PT. Klin untuk menunda pembangunan pabrik pengolahan limbah medis di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara Jembrana. Hal itu agar tidak menganggu jalannya bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Permintaan tersebut diungkapkan Bupati Tamba di sela-sela pemantauan vaksinasi massal untuk para buruh pengalengan ikan di Desa Pengambengan Selasa (04/05/2021).

"Secara normatif itu kan sudah berijin, tetapi saya akan memaklumkan nanti kepada perusahaan itu, dalam suasana hari raya ini tunda dulu lah membangun biar situasinya kondusif," ungkap Bupati Tamba dikutip dari BeritaBali --jaringan Suara.com, Rabu (6/5/2021).

Hal ini menurutnya berdasarkan kedatangan kelompok warga Desa Pengambengan yang kontra terhadap keberadaan pembangunan pabrik limbah medis B3 di Banjar Munduk ke Pemkab Jembrana.

Baca Juga: Pasien COVID-19 Afrika Selatan di Bali Meninggal Dunia

Kelompok warga yang kontra dengan pembangunan pabrik limbah medis itu sempat datang kembali menemui Bupati Jembrana, tetapi ditolak karena tak dilengkapi surat pengajuan. Mereka cuma diterima Tim Kuasa Hukum Pemkab Jembrana.

"Selama ini saya tidak pernah ditemui Pihak PT Klin, mereka sama sekali belum pernah audensi akan dibangunnya pabrik limbah medis B3, dan saya sebagai kepala daerah hanya menginginkan situasi kondusif di Desa Pengambengan," ungkap Tamba.

Sementara salah satu pemilik pabrik pengalengan ikan Hendra Wijaya juga menyatakan keberatan terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah medis tersebut.

"Kalau saya sendiri kurang setuju dengan keberadaan pabrik limbah medis tersebut, dikarenakan jarak radiusnya hanya beberapa kilo saja, sedangkan di Desa Pengambengan ini ada banyak perusahaan makanan pengalengan ikan, jadikan itu pasti berdampak sangat berbahaya untuk industri makanan," ungkapnya.

Menurut Hendra, kalau bisa ijin yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk dikaji kembali, karena kedepan pasti ada yang dikorbankan, seperti pabrik pabrik pengalengan ikan yang sudah lama berproduksi.

Baca Juga: Akhirnya, Terungkap Penyebab Meninggalnya Ki Galang Pamungkas

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait