- Diskominfos Bali menjamin jaringan nirkabel wifi rumah tangga tetap aktif selama Hari Raya Nyepi berlangsung.
- Akses wifi tetap tersedia untuk keperluan mendesak, seperti komunikasi di objek vital rumah sakit dan informasi penting.
- Jaringan operator seluler dan IPTV dipastikan akan dinonaktifkan selama 24 jam penuh pada 19 Maret 2026.
SuaraBali.id - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Bali memastikan masyarakat yang menggunakan jaringan nirkabel wifi di rumahnya, dapat mengakses internet dengan normal saat Hari Suci Nyepi.
“Jadinya untuk telepon, SMS, wifi internet, tetap hidup, artinya tidak putus itu untuk komunikasi ya,” kata Kepala Diskominfos Bali Gede Pramana, Minggu (1/3).
Gede Pramana di Denpasar, mengatakan pemberian akses internet melalui jaringan wifi tidak akan mengurangi esensi Hari Suci Nyepi.
Sebab selain hanya berlaku bagi rumah tangga yang memasang jaringan tersebut, umumnya masyarakat yang menjalankan Catur Brata Penyepian pasti taat dengan tidak memanfaatkan internet wifi.
Baca Juga:Dampak Langsung Eskalasi Timur Tengah: 4 Penerbangan dari Bali Dibatalkan
“Tidak akan mengurangi (esensi Nyepi) itu kembali kepada kita kan, bahkan walaupun tidak ada imbauan melarang kalau kita sebagai umat yang taat ya kita tidak akan menggunakan internet,” ujar Kepala Diskominfos Bali.
Menurut dia dengan masih ada jaringan nirkabel maka masyarakat bisa berkomunikasi dan mendapat informasi apalagi untuk kebutuhan mendesak seperti pemanfaatan wifi di objek vital rumah sakit.
“Tempat-tempat strategis itu diizinkan hidup, itu harus tetap komunikasi jalan kemudian di rumah kembali saya ingatkan, di rumah yang sudah ada wifi tetap kok nyala itu,” ucap Gede Pramana.
Jaringan Seluler dan IPTV Mati
Di luar itu seperti jaringan operator seluler dan IPTV dipastikan akan mati selama 24 jam tanggal 19 Maret 2026 mendatang.
Baca Juga:Takjil Unik Khas Bali: Bubur Injin Kudapan Lezat Cocok untuk Buka Puasa
“Bukan tidak mengeluarkan sinyal ya, tetapi paket data seluler dinonaktifkan, IPTV juga dimatikan,” kata dia.
Saat ini Diskominfos Bali sudah bersurat ke Kementerian Komdigi berisi permohonan agar dilakukan rapat bersama para perusahaan operator seluler dan televisi.
Umumnya pemerintah pusat yang akan menjembatani pertemuan tersebut, kemudian menjelang data seluler dinonaktifkan mereka akan menyiarkan pesan informasi ke para pelanggan di Bali.
“Seperti biasa dari jam 06.00 Wita sampai jam 06.00 Wita besoknya itu dimatikan, mengenai kapan itu dirapatkan tergantung pusat ya, pemerintah pusat yang biasa memanggil rapat koordinasi,” kata Kepala Diskominfos Bali.