Susu Formula dalam Program Makan Bergizi Gratis, IDI: Jangan Sampai Menggantikan ASI

Surat terbuka dibuat IDAI karena melihat rencana pemberian susu formula masuk dalam program MBG

Muhammad Yunus
Kamis, 28 Mei 2026 | 17:00 WIB
Susu Formula dalam Program Makan Bergizi Gratis, IDI: Jangan Sampai Menggantikan ASI
Ilustrasi Susu Formula
Baca 10 detik
  • IDI Kota Mataram mengkhawatirkan rencana pembagian susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif.
  • Ketua IDI Mataram dr Emirald Isfihan meminta Badan Gizi Nasional mempertimbangkan masukan IDAI agar program tidak menggantikan peran ASI.
  • IDI memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar teknis pelaksanaan program di lapangan tidak memicu persepsi keliru di masyarakat luas.

SuaraBali.id - Ikatan Dokter Indonesia Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengatakan rencana Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan susu formula melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikhawatirkan bisa memengaruhi program ASI eksklusif bagi bayi.

"Kami bukan berarti menolak tapi memberikan masukan agar sesuai teknis arah pemberian MBG tidak menggagalkan program yang sudah ada selama ini," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Kamis 28 Mei 2026.

Hal tersebut disampaikan sebagai respons terhadap surat terbuka Ikatan Dokter Anak (IDAI) pusat kepada BGN terkait rencana pemberian susu formula masuk ke dalam program MBG.

Menurut dia, surat terbuka yang dibuat IDAI itu karena melihat rencana pemberian susu formula masuk dalam program MBG itu mengganggu pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif bagi bayi sebab pemberian ASI tidak bisa digantikan 100 persen oleh susu formula.

Baca Juga:Warning! Pemkot Mataram Larang Dapur Makan Bergizi Pakai Gas Subsidi

"Ada hal-hal atau kandungan ASI yang memang tidak bisa digantikan oleh susu formula," katanya.

Pada prinsipnya, lanjut Emirald yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, IDI siap mendukung penuh berbagai program pemerintah.

Karena itu, katanya, jangan sampai rencana pemberian susu formula tersebut membuat multi-tafsir di tengah masyarakat. Di mana, masyarakat menganggap susu formula yang dibagikan untuk menggantikan ASI.

"Kondisi itu tentu akan menjadi beban kami ke depannya," katanya.

Selama ini sambungnya, program pemberian ASI eksklusif khususnya di Kota Mataram terus digencarkan sehingga BGN juga harus paham kepada siapa saja susu formula tersebut harus dibagikan.

Baca Juga:Sibuk di Dapur MBG, Warga Desa Sidorejo Lepas dari Jerat Judi Online

"Kami berharap, BGN dapat melihat masukan IDAI secara positif dan melakukan untuk menerjemahkan apa yang layak diberikan kepada masyarakat," katanya.

Untuk pengawasan sendiri, katanya, IDI sebagai organisasi profesi tidak mempunyai kewenangan melakukan hal tersebut dan yang bisa dilakukan hanya memberikan masukan dan rekomendasi kepada penyelenggara.

"Kami akan melihat fenomena selanjutnya dan kami akan memberikan rekomendasi. Apa yang dikeluarkan IDAI sebagai bagian dari IDI merupakan rekomendasi untuk dikaji sebelum dilaksanakan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini