SuaraBali.id - Kehadiran baju bekas atau yang lazim disebut baju rombeng (rombengan) mempunyai daya tarik tersendiri di masyarakat. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang memang menjadikan baju bekas sebagai produk primer dalam memilih pakaian.
Selain harganya yang miring, baju bekas juga tak jarang dicari lantaran menawarkan produk-produk pakaian dengan merek ternama.
Salah satu sentral penjualan baju bekas di Kota Mataram yakni pasar Karang Sukun. Setiap hari, lokasi ini ramai dikunjungi pembeli.
Tak hanya masyarakat Kota Mataram, tak sedikit juga masyarakat dari luar kota di Pulau Lombok rela datang jauh-jauh ke lokasi ini.
Lokasinya yang berada di jantung Kota Mataram membuat aksesnya amat mudah dikunjungi. Pasar baju bekas Karang Sukun ini cukup luas.
Sedikitnya, terdapat 83 kios/lapak pedagang yang menjajakan baju bekas di lokasi tersebut. Tak hanya di areal dalam pasar, di sepanjang jalan pasar karang sukun juga ramai dihuni penjual baju bekas.
Suhaini (40) warga asal Narmada Kabupaten Lombok Barat merupakan salah seorang pedagang baju bekas di pasar Karang Sukun. Ia sudah hampir 8 tahun melakoni profesi itu.
Suhaini mengatakan bahwa pasar Karang Sukun merupakan magnet tersendiri bagi pecinta baju bekas. Setiap hari, kata Suhaini, ramai warga mengunjungi lokasi tersebut.
Suhaini mengatakan bisa meraup untung hingga Rp 1 juta perhari.
"Tergantung, kalau sedang ramai ya alhamdulillah," kata Suhaini saat ditemui di lapaknya di Pasar Karang Sukun pada Rabu, (9/3/2022).