facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gasak Radio Kapal yang Sandar di Pelabuhan Benoa, ABK Ini Tak Tahu Ternyata Ada yang Melihat

Eviera Paramita Sandi Senin, 31 Januari 2022 | 11:35 WIB

Gasak Radio Kapal yang Sandar di Pelabuhan Benoa, ABK Ini Tak Tahu Ternyata Ada yang Melihat
Pelaku pembobol peralatan kapal di Polsek Benoa, Denpasar, Bali, ANTARA/HO (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha/2022)

Ia disebut membobol kapal tersebut karena kebutuhan pribadinya. Ia pun melihat kesempatan jahat saat melihat satu unit radio kapal SSB merk I Come type 718

SuaraBali.id - Seorang pemuda bernama M. Rizki Wahyu ditangkap Polresta Denpasar. Ia merupakan anak buah kapal (ABK) yang membobol peralatan di Kapal ikan Amanda 222 yang sedang sandar di Pelabuhan Benoa, Bali.

Ia disebut membobol kapal tersebut karena kebutuhan pribadinya. Ia pun melihat kesempatan jahat saat melihat satu unit radio kapal SSB merk I Come type 718 seharga Rp8,5 juta untuk selanjutnya dijual oleh pelaku.

"Pelaku seorang ABK Kapal Lingsar 7. Kemudian pelaku mengambil barang di atas kapal yang sedang sandar dan menyembunyikan barang tersebut dengan maksud untuk dimiliki dan selanjutnya dijual," kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Minggu (31/1/2022).

Dijelaskan bahwa pelaku beraksi di hari Sabtu, 15 Januari 2022 sekitar pukul 12.05 WITA di atas kapal ikan Amanda 222 yang sedang sandar. Dua orang saksi melihat gerak gerik pelaku mondar mandir di atas kapal sambil membawa tas warna merah yang berisi barang.

"Pelaku saat itu tidak mengetahui ada orang yang melihat dia dan sedang istirahat di belakang kamar ABK. Para saksi mengaku melihat pelaku menaruh tas tersebut di dekat pintu ikan Kapal Amanda 222 tersebut," katanya.

Mengetahui pencurian itu, saksi langsung mengamankan barang yang diambil pelaku ke kapal Lingsar 7 dan langsung menghubungi bos perusahaan PT. Chuisih Benoa.

"Karena pelaku merupakan karyawan perusahaan PT. Chuisih Benoa, maka pelaku serta barang bukti diamankan ke Polsek Benoa guna diproses lebih lanjut," katanya.

Pelaku dalam hal ini dilaporkan karena mengambil peralatan kapal tersebut tanpa seizin pengurus atau perusahaan PT. Chuisih Benoa. (ANTARA)

Komentar

Berita Terkait