Tarian Sakral Sanghyang Dedari di Bali, Gadis Cilik Bisa Menari di Pundak Tanpa Jatuh

Biasanya sebelum menari ada ritual khusus untuk memohon datangnya sang dedari ke dalam badan.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 31 Januari 2022 | 11:06 WIB
Tarian Sakral Sanghyang Dedari di Bali, Gadis Cilik Bisa Menari di Pundak Tanpa Jatuh
Penari Sanghyang Dedari. [Foto : sanghyangdedari.org]

SuaraBali.id - Salah satu tarian sakral di Bali bernama Sanghyang Dedari. Tarian ini tidak dipertontonkan untuk pertunjukan dan hanya diselnggarakan untuk rangkaian upacara suci.

Biasanya, tarian ini hanya dilakukan oleh sepasang gadis cilik yang belum akil baliq. Biasanya sebelum menari ada ritual khusus untuk memohon datangnya sang dedari ke dalam badan kasar mereka.

Tarian ini diiringi suara gending sanghyang oleh kelompok paduan suara wanita dan pria. Setelah kedua gadis tersebut pingsan, tandanya roh dedari telah masuk ke dalam tubuh.

Beberapa orang pun membangunkan dan memasangkan hiasan di kepalanya. Namun dalam keadaan gadis tersebut tidak sadar dan dibawa ke tempat menari.

Di sana kedua gadis kecil itu diberdirikan di atas pundak dua orang pria yang kuat.

Dengan iringan gamelan Palegongan, kedua penari menari-nari di atas pundak si pemikul yang berjalan berkeliling pentas. Gerakan tarian yang dilakukan mirip dengan tari Legong.

Selama tarian berlangsung, mata kedua gadis itu tetap ditutup. Selanjutnya gadis tersebut terus menari.

Menari di atas bahu seseorang tanpa terjatuh, tidak mungkin dilakukan oleh gadis-gadis cilik dalam keadaan sadar, apalagi biasanya si gadis belum pernah belajar menari sebelumnya. Sungguh menakjubkan.

Tarian suci ini diadakan dalam upacara memohon keselamatan dari bencana atau wabah penyakit yang menyerang suatu desa. Tarian ini terdapat di daerah Badung, Gianyar, dan Bangli.

Sejarah awal mula tarian ini khususnya yang berasal dari desa bona, blahbatuh, gianyar diserang wabah penyakit yang diderita oleh warga, wabah yang begitu cepat dan sulit diobati,

Konon, ada beberapa anak-anak gadis bermain di seputaran pura puseh yang pada saat itu baru usai “piodalan” atau upacara agama, mereka bermain sambil bernyanyi-nyanyi lagu shanghyang.

Seorang gadis lalu menari mengikuti irama nyanyian sanghyang, tanpa sadar gadis itu kerawuhan atau kemasukan. Melihat kejadian ini wargapun memutuskan untuk nangiang atau mensakralkan tarian sanghyng dedari dengan harapan wabah penyakit hilang dan tidak kembali mewabah desa. (Sumber : Isi.dps.ac.id dan Babadbali.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini