alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

TPA Mandung Tabanan Kembali Tutup Karena Eskavator Rusak, Sampah Meluber

Eviera Paramita Sandi Kamis, 13 Januari 2022 | 09:33 WIB

TPA Mandung Tabanan Kembali Tutup Karena Eskavator Rusak, Sampah Meluber
TPA Mandung, Tabanan, Bali. [Foto : Istimewa/beritabali.com]

Pihaknya menyebut harus melakukan penutupan sementara dilakukan mulai Rabu (12/1/2022) dan Kamis (13/1/2022).

SuaraBali.id - Alat berat eskavator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali rusak. Hal ini membuat TPA terbesar di Tabanan itu kembali tutup.

Hal ini dibenarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pihaknya menyebut harus melakukan penutupan sementara dilakukan mulai Rabu (12/1/2022) dan Kamis (13/1/2022).

Hal ini tentu saja berdampak pada melubernya sampah sampai mendekati pintu masuk TPA.

Sebelumnhya penutupan layanan dilakukan karena alat berat di TPA Mandung sempat rusak pada tanggal 1 Januari ditambah volume sampah meningkat karena banyaknya rahinan. Selama penutupan petugas hanya fokus membuat jalan sampah untuk bisa didorong ke belakang.

"Saat ini kami fokus membuat jalan sampah agar bisa sampah yang datang di dorong ke belakang kemudian dilakukan pemadatan agar truk pengangkut tak jebol membawa sampah" terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan I Made Subagia, Rabu, (12/1/2022) sebagaimana diwartakan beritabali.com – Jaringan Suara.com.

Berdasarkan data yang ada dalam sehari rata-rata TPA Mandung menerima sampah mencapai 97-100 ton. Sampah yang diterima dari layanan swasta dan layanan DLH.

Dari layanan DLH sampah diangkut sebanyak 34 kali dengan armada 26 truk. Kemudian dari sampah swasta sampah yang diterima sebanyak 28 kendaraan.

"Seluruh layanan baik swasta maupun layanan dari DLH kita tutup sementara. Hanya diseputaran kota saja diangkut satu kali agar tidak dikumuh," jelasnya.

Dengan kondisi penutupan layanan selama dua hari ini, khususnya sampah layanan swasta, pihaknya meminta agar sampahnya bisa diatasi di desa terlebih dahulu. Serta diharapkan melaksanakan regulasi penanganan sampah berbasis sumber.

"Terkait penutupan layanan kita sudah sampaikan melalui whatsApp group. Bahkan para sopir pengangkut di lapangan sudah sadar sendiri dan selalu rembuk di lokasi pembuangan sampah tentang kondisi TPA kita," jelasnya.

Komentar

Berita Terkait