alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nikmati Virgin River Panji, Wisata Hutan dan Sungai Alami di Buleleng Bali

M Nurhadi Jum'at, 30 April 2021 | 17:20 WIB

Nikmati Virgin River Panji, Wisata Hutan dan Sungai Alami di Buleleng Bali
Wisata Virgin River Panji Buleleng (Berita Bali)

Area sekitar sungai dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menguatkan kesan alam yang asri di Virgin River.

SuaraBali.id - Tidak hanya menawarkan panoraman pegunungan dengan hamparan pepohonan, Desa Panji juga memiliki sungai mengalir deras yang memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan.

Bahkan, Desa Panji dengan keasrian alamnya yang terjaga juga memiliki objek wisata menarik yang diberi nama “Virgin River”.

Terpantau oleh Tim Singa Manggala, objek wisata Virgin River ini berupa sungai dengan air deras yang mengaliri bebatuan di sepanjang aliran sungai.

Para pengunjung bisa mandi atau sekedar mengambil foto dengan latar belakang air terjun rendah. Area sekitar sungai dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menguatkan kesan alam yang asri di Virgin River.

Baca Juga: Mantap! 6.000 Hektare Hutan Bakau di Lima Wilayah Kalbar Bakal Direboisasi

Wisata di lokasi tersebut tidak bisa terlepas dari sosok Gede Ari Kusuma Jati yang tak lain sebagai Ketua Kelompok Jasa Lingkungan Bangsing Beringin dalam mengembangkan objek wisata alam di Desa Panji. 

Terkait kiprah kelompoknya, Gede Ari menjelaskan berdasarkan SK pembentukan yang diberikan pada tahun 2019, Jasa Lingkungan Bangsing Beringin oleh Pemerintah Desa Panji diberikan tugas untuk melestarikan hutan desa seluas 129 hektar, sekaligus mengembangkannya menjadi objek wisata berbasis alam.

Kawasan hutan tersebut juga menawarkan wisata sungai yang memiliki banyak potensi. Bersama kelompoknya, Gede Ari lantas berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi objek wisata sungai yang bernama Virgin River.

“Kami mengelola bersama warga masyarakat di sekitar, kami libatkan masyarakat yang tidak punya pekerjaan karena situasi seperti ini (pandemi), minimal jadi adalah kegiatan yang positif yang bisa dilakukan bersama,” jelasnya.

Terkait tarif masuk bagi pengunjung, Gede Ari mengaku belum ditetapkan tarif pasti. Namun, pengunjung disilakan untuk menyumbang dalam bentuk donasi. Jadi, tidak masalah berapapun jumlahnya akan diterima.

Baca Juga: Warga Dua Desa di Cianjur Mengungsi Akibat Banjir

“Bahkan juga tidak bayar pun tidak apa-apa, asal tetap menjaga kebersihan sungai,” ujarnya kepada BeritaBali.com (jaringan Suara.com).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait