Gubernur Koster Rajin Minum Arak Bali, Lebih Nikmat Dicampur Kopi

Koster minum arak Bali bukan untuk mabuk-mabukkan.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 02 Maret 2021 | 12:54 WIB
Gubernur Koster Rajin Minum Arak Bali, Lebih Nikmat Dicampur Kopi
Gubernur Bali Wayan Koster, dan Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, saat berada di Jaya Sabha Denpasar (ANTARANi Luh Rhisma)

SuaraBali.id - Gubernur Bali I Wayan Koster rajin minum arak Bali. Paling enak arak Bali campur kopi.

Koster minum arak Bali bukan untuk mabuk-mabukkan. Tapi untuk kesehatan.

"Campuran Kopi dan Arak Bali ini membuat tubuh saya jadi sehat. Saya konsumsi setiap hari, tapi tidak untuk mabuk," cerita pria kelahiran Desa Kuno di Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.

Koster juga membandingkan Bali yang mempunyai arak, sedangkan Jepang punya Sake, Korea punya Soju, negara lain punya Wisky.

Baca Juga:PA 212 Akan Demo Karena Jokowi Legalkan Miras, Khianati Pancasila

"Namun kita juga punya kearifan lokal, yang menurut saya kualitasnya tidak kalah saing," pungkas Koster yang merupakan penggagas sekaligus pencipta lahirnya Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali ini.

Di sisi lain, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini melihat tidak adanya ketidaksinkronan, di mana Bali sebagai destinasi wisata, kebutuhan mirasnya cukup tinggi bagi wisatawan.

Arak Bali [Dinda/Suara.com]
Arak Bali [Dinda/Suara.com]

Sekarang ini dengan produksi yang ada, tercatat 92 persen miras yang beredar di Bali itu impor, dan hanya 8 persen yang diproduksi di masyarakat lokal Bali.

"Kan ngak benar ini, kemudian nilainya Rp 7 triliun dari bea cukainya saja, belum lagi segi omzetnya. Jadi untuk menghindari praktek ilegal yang susahkan masyarakat, maka hadirnya Perpres ini untuk memperkuat regulasi kami di daerah untuk menata, bukan membolehkan secara bebas. Apalagi Arak dan Brem di Bali dipakai juga untuk sarana upakara keagamaan dan kesehatan masyarakat," jelasnya Senin (1/3/2021) malam.

Mengenai penjualan Arak Bali ini, Gubernur Koster menyatakan tidak boleh dijual secara bebas, seperti tidak boleh dijual ke sekolah dan tempat umum. Namun para petani Arak Bali ini yang akan membuat koperasi, dan dijual ke koperasi.

Baca Juga:Miras Masuk Daftar Positif Investasi, Lebih Banyak Untung atau Ruginya?

"Bapak lihat di gambar (televisi, red) ini orang yang naik kelapa, dari tahun ke tahun memang kehidupannya begini, dengan memanfaatkan sumber pohon kelapa, enau, rontal. Kalau itu dilarang sumber penghidupannya, mau hidup dimana orang," tegasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini