Eviera Paramita Sandi
Senin, 03 Maret 2025 | 17:12 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal bersalaman dengan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di Mataram, Senin (3/3/2025). [ANTARA/Nur Imansyah]

SuaraBali.id - Isu oknum calo jabatan yang banyak bergentayangan dan mengaku dapat memuluskan jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB ditanggapi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal.

Ia menegaskan semua urusan yang berkaitan dengan pemerintahan diatur oleh orang-orang yang berada di dalam birokrasi, bukan diatur oleh mereka yang berada di luar sistem.

"Di mana-mana setelah berakhirnya pemilihan kepala daerah muncul calo jabatan. Pasti itu sudah," kata Iqbal di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (3/3/2025).

Gubernur mengatakan bahwa dirinya tak pernah memberi kewenangan terhadap siapapun untuk berbicara atas namanya. Baik itu di internal tim, keluarga maupun koleganya.

Terlebih untuk jual beli proyek di Pemprov NTB

"Tidak tim, tidak keluarga, teman tidur saya, isteri saja tidak saya otorisasi, apalagi orang yang nggak tidur sama saya," ujarnya.

Iqbal memastikan tidak boleh ada orang di luar sistem ikut terlibat di dalam urusan-urusan pemerintahan.

"Yang digaji untuk mengurus pemerintahan ini hanya orang yang di dalam, jadi biarkan yang di dalam ngurusin," katanya.

Sebelumnya, muncul isu adanya oknum yang diduga melakukan jual beli jabatan di lingkungan Pemprov NTB.

Baca Juga: Rusak Sejak Gempa 2018, Sekolah di Lombok Utara Ini Terpaksa Pakai Triplek

Oknum calo penjual jabatan ini menampilkan foto-foto kebersamaannya dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Gara-gara hal ini Lalu Muhammad Iqbal ancam sejumlah oknum yang mengaku mengatasnamakan dirinya agar dapat memuluskan jabatan di lingkungan Pemprov NTB (ANTARA)

Load More