- BPS Bali meminta pemerintah daerah menyiapkan fasilitas bagi penduduk lansia seiring meningkatnya proporsi usia tua di wilayah tersebut.
- Data Supas 2025 menunjukkan persentase penduduk lansia mencapai 15,07 persen dengan peningkatan terjadi di seluruh kabupaten dan kota Bali.
- Laju pertumbuhan penduduk Bali melambat menjadi 0,69 persen akibat penurunan angka kelahiran total yang terjadi dalam lima tahun terakhir.
SuaraBali.id - Badan Pusat Statistik (BPS) meminta Pemerintah Daerah Bali menyiapkan fasilitas pendukung sebab penduduknya sudah memasuki fase penuaan.
"Penduduk Bali sudah memasuki penduduk usia tua dan tentu perlu diperhatikan oleh pemerintah terkait dengan fasilitas-fasilitas yang diperlukan," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Bali, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan data ini diperoleh dari hasil Survei Penduduk Antarsensus (Supas) 2025 yang menunjukkan rasio ketergantungan yang meningkat, yang mana proporsi penduduk usia tua di Bali mengalami peningkatan dari 8,42 persen menjadi 9,89 persen.
Sementara, penduduk usia muda dan usia produktif menurun dalam lima tahun terakhir.
"Kalau ageing population mau diartikan positif artinya derajat kesehatannya semakin bagus, karena orang semakin bisa bertahan hidup, cuma yang perlu diantisipasi apakah kita sudah menyediakan berbagai macam fasilitas bagi mereka kan fasilitasnya pasti berbeda," ujar Agus Gede.
Menurut dia, pada penduduk lansia, yang mana terjadi peningkatan persentase penduduk lansia dari 12,88 persen hasil Sensus Penduduk (SP) 2020 menjadi 15,07 persen saat Supas 2025.
Fase penuaan penduduk karena melebihi 10 persen ini ternyata terjadi merata di seluruh kabupaten/kota di Bali, sehingga intervensi dapat dilakukan di seluruh daerah.
"Tabanan itu persentase penduduk tuanya terbesar 20,11 persen, kemudian Klungkung 16,68 persen, Gianyar 16,17 persen, Bangli 15,86 persen, dan Jembrana 15,46 persen, dan angka yang masih di bawah rata-rata provinsi itu, Karangasem 14,42 persen, Buleleng 14,20 persen, Badung 13,91 persen, dan Denpasar 12,57 persen," kata Agus Gede.
Peningkatan penduduk lansia juga sejalan dengan turunnya total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total pada perempuan Bali pada Supas 2025.
Baca Juga: 50 Bikkhu Akan Berjalan dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak
Dari sensus pada 2020, tren kelahiran per perempuan usia 15-49 tahun di Bali 2,04 sementara 2025 sebesar 2,02, dengan kelahiran terendah di Tabanan dan tertinggi di Karangasem.
BPS Bali melihat jika seperti ini maka wajar Pemprov Bali mendorong angka kelahiran penduduk melalui pemberian insentif bagi anak ketiga dan keempat.
Apalagi Supas 2025 memotret bahwa laju pertumbuhan penduduk Bali melambat dalam lima tahun terakhir.
Jika tahun 2010-2020 pertumbuhan penduduk 1,01 persen per tahun, BPS Bali mendata sejak 2020-2025 pertumbuhan penduduk Bali 0,69 persen dan berpotensi semakin turun hingga 2035.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup
-
DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan
-
Rekor Baru! 4 Bulan Tanpa Hujan, Wilayah Ini Jadi Paling Kering di Bali
-
Kakek 57 Tahun di Sumbawa Dicokok Polisi Usai Dilaporkan Cabuli Bocah 5 Tahun