- Lima puluh bikkhu dari berbagai negara Asia Tenggara akan melakukan perjalanan spiritual Indonesia Walk For Peace dari Bali ke Borobudur.
- Perjalanan ini berlangsung mulai 7 hingga 31 Mei 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut perayaan Tri Suci Waisak.
- Kegiatan ini bertujuan mendukung program prioritas Menteri Agama melalui berbagai praktik kebajikan, kepedulian lingkungan, serta festival spiritual umat Buddha.
SuaraBali.id - Sebanyak 50 bikkhu atau bhante akan melakukan Indonesia Walk For Peace yakni perjalanan spiritual mulai 7-31 Mei 2026 dari Bali ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, untuk menyambut Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.
“Nanti perjalanan Bikkhu Indonesia Walk For Peace tahun 2026. Jadi mulai dari Bali,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag Supriyadi saat Roadshow Lokakarya Borobudur di Jakarta, Rabu (6/5).
Supriyadi menjelaskan bikkhu-bikkhu ini tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Laos, Myanmar, hingga Malaysia.
“Kita sekarang bergeser ke Bali. Karena Bali juga banyak situs-situs yang berkaitan dengan agama Buddha. Jadi nanti para bikkhu akan ke Bali dulu,” kata Supriyadi.
Walk For Peace ini, kata Supriyadi, menjadi bagian dari Vesakha Sananda 2026 dalam menyambut Tri Suci Waisak.
Peringatan Tri Suci Waisak 2570 B.E. yang jatuh pada 31 Mei 2026 mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Program Prioritas Menteri Agama.
Adapun rangkaian Vesakha Sanada 2026 yang digelar sebulan penuh ini meliputi praktik Atthangasila, meditasi, hingga kelas Dhamma, Upavasa vegetarian.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dilaksanakan kegiatan Ekoteologi dan Gerakan Bersih-bersih Rumah Ibadah yang mencakup gerakan 3R (Reduce, Recycle, Re-use) di lingkungan rumah ibadah agama Buddha, perguruan tinggi keagamaan Buddha, Dhammasekha, dan sekolah, serta kegiatan Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup.
Kegiatan lainnya meliputi Gerakan Upavasa dan Berdana Paramita sebagai wujud praktik kebajikan dan pengendalian diri, Gerakan Eco Enzyme melalui edukasi pembuatan cairan ramah lingkungan, Pindapata Nasional Gema Waisak sebagai sarana memperkuat hubungan antara Sangha dan umat, serta penyelenggaraan Vesak Festival 2026 sebagai ruang ekspresi budaya dan spiritual umat Buddha.
Baca Juga: Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
Rangkaian kegiatan lainnya mencakup Gerakan Hening Nusantara, Roadshow Lokakarya Borobudur di berbagai daerah, serta perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 dari Bali menuju Candi Borobudur
Puncak peringatan Waisak akan dilaksanakan melalui Puja Bhakti pada 31 Mei 2026 di vihara, cetiya, sekolah, dan/atau candi Buddha di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup
-
DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan
-
Rekor Baru! 4 Bulan Tanpa Hujan, Wilayah Ini Jadi Paling Kering di Bali
-
Kakek 57 Tahun di Sumbawa Dicokok Polisi Usai Dilaporkan Cabuli Bocah 5 Tahun