- Dokter Taufik Ramadhan Biya dari RSUD Dr Hasri Ainun Habibie menjelaskan insulin digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah pasien.
- Pasien DM tipe 1 wajib menggunakan insulin, sementara pasien DM tipe 2 memerlukan insulin jika kadar gula tidak terkontrol.
- Terapi insulin penting untuk mencegah komplikasi kesehatan serius akibat kadar gula darah tinggi yang tidak tertangani dengan obat.
SuaraBali.id - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, mengatakan penggunaan insulin pada pasien diabetes berdasarkan indikasi medis tertentu untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
Taufik di Gorontalo, Sabtu, mengatakan pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 1 wajib menggunakan insulin karena tubuh sudah tidak mampu memproduksi insulin.
Sedangkan pada pasien DM tipe 2 insulin diberikan jika kadar gula darah tidak terkontrol, meski telah menjalani terapi obat oral.
"Kalau diabetes tipe satu memang wajib insulin, sedangkan pada pasien diabetes tipe dua, diberikan jika gula darah tidak terkontrol atau ada kondisi tertentu," katanya.
Menurutnya, terdapat dua indikasi penggunaan insulin yaitu indikasi absolut dan indikasi relatif.
Indikasi absolut antara lain pada pasien DM tipe 1, ibu hamil dengan diabetes, dan pasien yang mengalami krisis kondisi kadar gula darah sangat tinggi atau hiperglikemia.
Sementara indikasi relatif diberikan pada pasien dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol selama tiga bulan, meskipun telah mengonsumsi obat anti-diabetes oral, pasien dengan infeksi berat, pasien yang akan menjalani operasi, serta pasien dengan kadar HbA1c di atas sembilan persen.
Penggunaan insulin penting, kata dia, untuk membantu mengontrol gula darah, mengurangi inflamasi, serta melindungi tubuh dari komplikasi akibat diabetes yang tidak terkendali.
Taufik mengatakan masih banyak pasien yang takut menggunakan insulin karena menganggap terapi tersebut dapat merusak ginjal, padahal kerusakan ginjal justru lebih sering disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol.
Baca Juga: Cara Mengolah Jus Herbal Mengkudu Dan Sambiloto Untuk Penyakit Diabetes
"Kondisi yang merusak ginjal bukan insulin, tetapi gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol," katanya.
Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran dokter dalam penggunaan insulin, karena terapi tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan medis dan dapat membantu pasien mencapai kontrol gula darah yang lebih baik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Kapan Pasien Diabetes Wajib Pakai Insulin? Ini Penjelasan Medisnya
-
Fundamental Kokoh, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Utama Investor
-
Calon Haji Asal Mataram Ditolak Masuk Arab Saudi, Ternyata Ini Penyebabnya!
-
Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan LPG 3 Kg di Lombok Barat Aman Mencukupi dan Sesuai HET
-
Warga Lombok Menjerit: Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Harga Melonjak