SuaraBali.id - Penyakit diabetes sampai saat ini masih menjadi momok banyak orang. Hal tersebut karena kadang gejalanya baru tampak saat sudah benar-benar sakit.
Salah satu pertanda dan gejala diabetes adalah haus yang luar biasa dan sering buang air kecil.
Namun bukan hanya itu karena ternyata ada tanda-tanda yang terjadi di kulit.
Diabetes sendiri merupakan kondisi serius, di mana kadar glukosa dalam tubuh Anda terlalu tinggi. Ada dua jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 merupakan masalah kesehatan genetik dan diabetes tipe 2 biasanya lebih disebabkan oleh faktor gaya hidup. Tetapi, kedua jenisnya sama-sama serius dan bisa menyebabkan komplikasi kesehatan serius.
Di sisi lain, Anda juga harus mewaspadai tanda-tanda diabetes pada kulit. Ahli kimia ternama, Bruce Green mengatakan bahwa kulit penderita diabetes biasanya terlihat seperti kulit yang sudah menua sebelum waktunya.
"Proses perubahan kulit yang disebut glycation. Sebuah protein dan gula untuk mempersiapkan produk akhir glikasi lanjut (usia) ini bisa berdampak negatif pada elastisitas kulit, ketika kolagen dan elastin menjadi kaku," kata Bruce dikutip dari The Sun.
Bruce mengatakan penderita diabetes mungkin bisa mengalami masalah kulit karena berkurangnya sirkulasi dan sensitivitas saraf.
Selain itu, Bruce, yang merupakan pendiri rangkaian perawatan kulit diabetes, SOS Serum Skincare mengatakan ada enam tanda peringatan utama yang perlu Anda waspadai.
Adapun tanda-tanda pada kulit yang bisa menandakan diabetes, antara lain:
- Bercak atau benjolan kuning atau coklat
- Area kulit yang lebih gelap dan terasa kasar di sekitar leher dan ketiak
- Bercak kulit yang menebal, terutama pada jari tangan dan kaki
- Munculnya lepuh secara mendadak
- Bintik-bintik kulit
- Bercak kulit yang kering dan gatal pada lengan, tungkai, siku dan kaki
Namun, ini bukan satu-satunya tanda yang perlu Anda waspadai.
NHS merekomendasikan agar Anda menemui dokter jika merasa sangat haus dan buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari.
Berita Terkait
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Di Balik Senyum Media Sosial: Mengapa Hidup Terasa Berat Meski Tampak Baik-Baik Saja?
-
Tren Medical Tourism di Asia Tenggara, Jadi Tolok Ukur Mutu Layanan Kesehatan?
-
Riset Ungkap Risiko Kesehatan dari Talenan Plastik yang Sering Dipakai di Rumah
-
47 Hari Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Terjebak Krisis Kesehatan dan Air Bersih
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis