- Masyarakat Bali mulai menyerahkan 16 Monyet Ekor Panjang kepada BKSDA Bali sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026.
- Penyerahan dilakukan pasca terbitnya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2025 yang melarang pemeliharaan satwa tersebut.
- BKSDA Bali melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran untuk menekan risiko penyakit zoonosis serta menjaga reputasi pariwisata daerah setempat.
SuaraBali.id - Masyarakat Bali yang memiliki satwa liar Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) tahun ini mulai menyerahkan hewan tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko di Denpasar, mengatakan kesadaran masyarakat ini lahir setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2025 yang melarang masyarakat memelihara Monyet Ekor Panjang untuk menekan risiko penyakit rabies, mencegah zoonosis, serta melindungi kelestarian satwa liar di alam.
“Gubernur sudah menandatangani adanya SE untuk tidak memelihara Monyet Ekor Panjang, satu-satunya yang menandatangani SE terkait dengan larangan itu adalah Gubernur Bali,” kata Hendratmoko, Senin (15/6).
BKSDA Bali mencatat sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026 ini sebanyak 16 Monyet Ekor Panjang telah diserahkan oleh masyarakat ke pihaknya. BKSDA Bali kemudian melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran guna menjaga keberadaan satwa tersebut.
“Sampai saat ini, karena surat edaran tersebut ditandatangani di akhir 2025, sekarang sudah banyak masyarakat yang menyerahkan Monyet Ekor Panjang kepada kami, di kantor kami ada enam ekor masih proses rehabilitasi, yang diserahkan ke JSI (Jaringan Satwa Indonesia) 10 ekor, di sana juga menumpuk terkait dengan adanya konflik satwa,” ujarnya.
Hendratmoko menjelaskan pelindungan satwa liar satu ini dilakukan untuk menjaga kesejahteraan hewan, ditambah Bali merupakan daerah pariwisata yang terkenal dengan alamnya.
Ada nilai budaya dan kearifan lokal pula yang dijaga Bali dengan satwa tersebut sebagai simbol-simbolnya.
Monyet Ekor Panjang walaupun bukan satwa dilindungi, kata dia, namun masuk Apendiks II CITES atau satwa liar yang belum terancam punah, namun populasinya bisa terancam jika perdagangannya tidak dikontrol dengan ketat.
Oleh karena itu, lanjutnya, meskipun transaksi masih bisa dilakukan, BKSDA Bali memastikan memberlakukan izin ketat guna menjaga integritas.
Baca Juga: Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
“Ini terkait juga dengan bagaimana kita menjaga reputasi Bali sebagai tujuan wisata internasional, karena banyak sekali di media sosial adanya pertunjukan-pertunjukan Monyet Ekor Panjang yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah kesejahteraan satwa,” tuturnya.
Kepada masyarakat Bali yang masih memelihara Monyet Ekor Panjang tanpa izin, Hendratmoko mengajak untuk segera menyerahkan ke BKSDA Bali.
Apabila pemilik tersebut masih ingin memelihara, pihaknya juga akan memfasilitasi dengan izin ketat, termasuk surat pernyataan bahwa tidak mempertontonkan Monyet Ekor Panjang ke publik dan memastikan kesejahteraan satwa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida