Muhammad Yunus
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:11 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama sejumlah relawan bersihkan sampah di Pantai Kedonganan, Jumat (6/2/2026) [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]
Baca 10 detik
  • BBMKG Wilayah III Denpasar memperingatkan potensi banjir pesisir di sejumlah wilayah Bali pada 12 hingga 20 Juni mendatang.
  • Fenomena Super New Moon dan perigee diprediksi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di berbagai pesisir wilayah Bali tersebut.
  • Banjir pesisir berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat pelabuhan, pemukiman warga, serta sektor tambak garam dan perikanan darat masyarakat.

SuaraBali.id - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi rob atau banjir pesisir di sejumlah pesisir di Bali, dipicu fenomena Super New Moon atau bulan baru yang diprakirakan pada 12-20 Juni.

“Potensi banjir pesisir ini berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Kamis (11/6).

Ia menjelaskan, rob selain dipicu bulan baru juga fase bulan perigee atau jarak terdekat bulan dengan bumi pada 15 Juni 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data level air dan prediksi pasang surut, rob berpotensi terjadi di wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Jembrana, Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, Pesisir Kabupaten Badung, Pesisir Kota Denpasar, Pesisir Kabupaten Gianyar dan Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.

Adapun dampak rob, kata Cahyo, berpotensi mempengaruhi aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir dan aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Pihaknya mengimbau masyarakat dapat memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, baik melalui media sosial @infobmkg, @bmkgbali dan aplikasi Info BMKG serta melalui laman bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg.go.id.

Load More