- Pemerintah menyiapkan lahan seluas enam hektare di Denpasar Selatan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
- Menteri Lingkungan Hidup menargetkan proyek PSEL beroperasi pada September 2027 setelah groundbreaking dilakukan awal Juli 2026 mendatang.
- Fasilitas tersebut akan mengolah 1.000 ton sampah per hari untuk menggantikan peran TPA Suwung di wilayah Bali.
SuaraBali.id - Lahan seluas 6 hektare tengah dipersiapkan untuk menjadi lahan bagi fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Persiapan tersebut dilakukan sebelum groundbreaking yang rencananya dilakukan pada awal Juli 2026 mendatang.
Di lokasi nampak sejumlah alat berat disiapkan dalam proses pematangan lahan milik PT Pelindo ini. Lahan ini dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebelum dibangun dengan skema investasi yang diatur oleh Danantara.
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan peninjauannya di lahan PSEL Denpasar, Rabu (10/6/2026) pagi.
Didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, mereka juga menerima penjelasan dari pihak investor mengenai proyek tersebut.
Jumhur menyebut jika pembangunan siap dilakukan dan diperkirakan akan memakan waktu selama 15 bulan. Dia menargetkan PSEL sudah siap beroperasi pada September 2027.
“Saya rasa dia sudah ada perencanaan sampai hanya 15 bulan. September tahun depan sudah bisa beroperasi,” kata Jumhur.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyebutkan pesan yang diberikan oleh pemerintah pusat terkait persiapan pembangunan PSEL di Denpasar.
Yakni agar menyiapkan pengangkut sampah jenis compactor saat nanti sudah beroperasi.
Sementara itu, dia juga memaparkan jika fasilitas PSEL akan berbentuk menyerupai bangunan pabrik. Fasilitas lain seperti turbin, alat pembakaran juga akan disiapkan dalam PSEL.
Baca Juga: Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar
“Kayak pabrik, jadi kalau Anda lihat pabrik di Jakarta, ya kira-kira kayak begitu. Jadi ada bangunan besar, ada turbin nanti, ada pembakaran, ada tempat truk-truk masuk,” tuturnya.
Pembangunan PSEL di Denpasar diproyeksikan untuk menggantikan peran TPA Suwung untuk mengolah sampah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Dalam sehari, sebanyak 1.000 ton sampah harus diolah di fasilitas tersebut.
Selama PSEL dibangun, Jumhur juga meminta Pemprov Bali dan jajarannya untuk mennyiagakan TPST dan TPS3R untuk menjadi sarana pengolahan sampah.
Hal tersebut lantaran akan ada jeda setidaknya 1 tahun antara rencana penutupan TPA Suwung pada awal Agustus 2026 hingga rampungnya PSEL.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8
-
Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok
-
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
-
Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali