- BBMKG Denpasar menyatakan massa udara dingin dari Australia memicu penurunan suhu udara di Bali sejak akhir Mei 2026.
- Fenomena udara dingin terjadi karena gerak semu matahari dan dominasi monsun Australia selama puncak musim kemarau di Bali.
- Langit cerah minim awan menyebabkan pelepasan panas radiasi matahari ke atmosfer sehingga suhu malam hingga pagi menjadi dingin.
SuaraBali.id - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan massa udara dingin dari Australia mempengaruhi suhu udara di Bali yang terasa lebih dingin saat malam-pagi hari.
“Benua Australia juga berada dalam periode musim dingin, dengan tekanan udaranya yang relatif tinggi sehingga terjadi pergerakan massa udara sifatnya dingin dari Australia menuju Indonesia melewati Bali dan sekitarnya,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah III Wayan Gita Giriharta di Denpasar, Sabtu 30 Mei 2026.
Adapun musim dingin di Australia terjadi pada periode Juni-Agustus.
Fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin di malam-pagi hari biasanya terjadi pada periode puncak musim kemarau di Bali yaitu Juni, Juli, Agustus.
Hal itu, imbuh dia, disebabkan oleh gerak semu tahunan matahari dan aktifnya monsun Australia.
“Pada periode itu posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga terjadi defisit penyinaran matahari untuk wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, seperti Bali dan sekitarnya,” imbuhnya.
Selain dipengaruhi negeri dengan ikon kanguru itu, suhu berbeda di Bali itu juga dipengaruhi langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan.
Kondisi itu, ucap dia, akan mengakibatkan panas radiasi matahari langsung dilepas ke atmosfer. Sehingga udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan BBMKG Denpasar suhu udara minimum di Bali pada 30-31 Mei rata-rata mencapai 20 derajat hingga maksimum 32 derajat celcius.
Baca Juga: Gempa Bumi Beruntun Guncang Lombok, Begini Data BMKG
Suhu udara itu tercatat lebih rendah satu derajat apabila dibandingkan prakiraan pada satu pekan sebelumnya atau pada 23-24 Mei yakni rata-rata minimum 21 derajat hingga maksimum 32-34 derajat celcius.
Sedangkan rata-rata suhu udara terendah di objek wisata di Bali diperkirakan mencapai 19-30 derajat celcius di Bedugul Kabupaten Tabanan dan Kintamani, Kabupaten Bangli pada 31 Mei 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali