- BPBD Lombok Tengah memperpanjang status tanggap darurat kebakaran Kampung Adat Sade hingga 19 September 2026.
- Warga korban kebakaran saat ini mengungsi di rumah khusus, rumah keluarga, serta hotel SMK Pujut.
- Pemerintah memulai proses rekonstruksi fasilitas umum dan rumah warga dengan bantuan Universitas Mataram.
SuaraBali.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan status tanggap darurat penanganan bencana kebakaran rumah kampung Adat Sade di Desa Rambitan diperpanjang, untuk mendukung proses pemulihan pasca kebakaran.
"Tanggap darurat awalnya telah selesai pada 5 September, namun dari hasil kordinasi kami perpanjangan lagi hingga 19 September 2026 mendatang," Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Senin (14/9).
Ia mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat penanganan bencana kebakaran itu, untuk mendukung proses rekonstruksi yang telah dimulai. Sedangkan untuk bantuan logistik yang telah dikumpulkan, telah diserahkan kepada pemerintah desa atau kelompok masyarakat Sade.
"Logistik telah kami serahkan semua, untuk kebutuhan masyarakat masih cukup," katanya.
Ia mengatakan untuk sementara warga kampung Adat Sade masih mengungsikan di rumah khusus yang telah dibangun pemerintah yang di lokasi selatan Kantor Desa Rambitan sebanyak 40 unit.
Selain itu, warga ada yang tinggal di rumah keluarga dan pemerintah daerah juga menyiapkan tempat pengungsian di lokasi hotel SMK Pujut.
"Warga masih tinggal di tempat pengungsian," kata Ridwan.
Ia mengatakan proses rekonstruksi telah mulai dilakukan, dimana untuk tahap pertama mulai dibangun Masjid dan museum. Hal itu dilakukan untuk mendukung pemulihan warga Kampung Adat Sade dan kunjungan wisatawan.
"Warga berharap aktivitas di kampung Adat Sade segera kembali," kata Ridwan.
Baca Juga: Tiba di Lombok, Putri Mahkota Swedia Langsung Disuguhi Minuman Racikan 11 Rempah
Sebelumnya, Ketua Koordinator Rekonstruksi Kampung Adat Sade Lalu Moh Faozal mengatakan sejumlah fasilitas yang direncanakan untuk segera dibangun meliputi Masjid, museum, sekenem, serta toilet.
"Seluruh desain pembangunan tersebut saat ini disiapkan dengan bantuan Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram)," katanya.
Selain pembangunan fasilitas, pemerintah menyiapkan relokasi sementara warga untuk mendukung proses rekonstruksi rumah di kawasan Sade.
"Sejumlah 40 unit rumah yang dibangun pada 2018 di samping kantor desa telah disiapkan, meski kelayakannya masih akan dipastikan terlebih dahulu," katanya.
Terkait kebutuhan anggaran, Faozal mengatakan angka Rp30 miliar yang sebelumnya disampaikan Menteri Kebudayaan berawal dari perhitungan kerugian akibat kebakaran di kawasan Kampung Adat Sade.
"Pemerintah saat ini masih mematangkan kebutuhan pembangunan yang akan dibiayai melalui anggaran tersebut," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali