- Kementerian Kebudayaan menyiapkan rencana pemulihan Desa Adat Sade di Lombok Tengah setelah kebakaran hebat melanda pada Sabtu malam.
- Kebakaran tersebut menghanguskan 167 unit bangunan beserta berbagai benda pusaka dan warisan budaya berharga milik Suku Sasak.
- Pemerintah melaksanakan pemulihan melalui empat tahap yang mencakup penyelamatan fisik, pemulihan ekonomi, dan rekonstruksi objek kebudayaan.
SuaraBali.id - Kementerian Kebudayaan menyiapkan rencana pemulihan kawasan permukiman tradisional Suku Sasak di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang pada Sabtu (22/8) malam dilanda kebakaran hebat.
Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Barat sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendata dampak serta menyusun rencana tindak lanjut menyusul kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade di wilayah Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan masif pada aset-aset kebudayaan yang ada di Desa Adat Sade, berdampak pada total 167 unit bangunan.
Kebakaran tercatat telah menyebabkan 75 rumah adat, 69 toko kerajinan, dan delapan lumbung alang hangus serta berdampak pada enam Berugak Sekepat, empat Berugak Sekenam Besar, satu masjid, satu Bale Beleq, satu toilet umum, satu gerbang desa, dan satu Pelonggo.
Selain itu, kebakaran menghanguskan benda-benda pusaka dan warisan budaya berharga milik masyarakat Sasak seperti keris, tombak, klewang, gendang beleq, gong tua, peralatan seni Peresean, dan naskah kuno berbahasa Sanskerta.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa Desa Adat Sade adalah aset budaya nasional yang tidak ternilai harganya, oleh karena itu pemulihannya diprioritaskan oleh pemerintah.
Prioritas utama pemerintah pada fase tanggap darurat, ia mengatakan, adalah mengamankan dan mengidentifikasi objek-objek budaya yang tersisa serta melakukan upaya penyelamatan fisik dan non-fisik.
Upaya penyelamatan fisik, ia menjelaskan, mencakup penyisiran sisa-sisa reruntuhan demi menyelamatkan sisa kain tenun (wastra), benda pusaka seperti keris dan tombak, dan fragmen manuskrip kuno yang hangus.
Sedangkan upaya penyelamatan non-fisik, ia melanjutkan, mencakup pendokumentasian ingatan, cerita rakyat, sejarah lokal, dan pengetahuan tradisional langsung dari para tetua adat demi menjaga memori kolektif masyarakat Sade.
Baca Juga: Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
Kementerian Kebudayaan mengusulkan rekomendasi pemulihan dan rencana aksi bersama pemerintah daerah dan pemangku adat setempat guna memulihkan kondisi Desa Adat Sade.
Rekomendasi pemulihan yang disampaikan mencakup pemulihan kondisi fisik, pemulihan kondisi perekonomian, dan pemulihan objek pemajuan kebudayaan di desa adat tersebut.
Pemulihan kondisi fisik desa akan dilakukan dengan melakukan pemugaran bangunan menggunakan bahan baku tradisional asli seperti kayu, bambu, ijuk, dan alang-alang serta penambahan fasilitas pendukung upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran.
Sarana dan prasarana penunjang kegiatan ekonomi seperti alat tenun dan perlengkapan menenun akan diberikan kepada warga yang terdampak kebakaran guna membantu memulihkan kondisi perekonomian masyarakat di desa adat.
Pemulihan objek pemajuan kebudayaan akan mencakup upaya rekonstruksi sejarah melalui duplikasi manuskrip kuno yang terbakar dengan memanfaatkan koleksi manuskrip sejenis yang tersimpan di Museum NTB.
Pemulihan Desa Adat Sade rencananya dilaksanakan dalam empat tahap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak