Muhammad Yunus
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Petugas museum menceritakan sejarah artefak harta kerajan kepada Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia (kanan) saat mengunjungi pameran tematik di Museum NTB, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/8/2026) [SuaraBali.id/ANTARA/HO-Museum NTB]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi NTB di Mataram, Sabtu 22 Agustus 2026, memperkuat fungsi museum sebagai edukasi visual sejarah.
  • Langkah tersebut mencakup penataan koleksi, perawatan profesional, serta pelibatan masyarakat dalam pengelolaan benda bersejarah daerah.
  • Tim Museum NTB dijadwalkan berangkat ke Adelaide, Australia, pada September 2026 untuk pameran wastra Lombok.

SuaraBali.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan upaya penguatan fungsi museum sebagai wahana edukasi visual untuk membantu masyarakat memahami perjalanan sejarah dan perkembangan budaya daerah waktu ke waktu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan penguatan fungsi museum dilakukan melalui penataan dan inventarisasi koleksi, peningkatan kualitas pemeliharaan, serta perluasan keterlibatan masyarakat.

"Museum menjadi tempat memberikan pemahaman secara visual kepada anak cucu kita mengenai bagaimana perjalanan sejarah Nusa Tenggara Barat," ujarnya di Mataram, Sabtu 22 Agustus 2026.

Faozal menuturkan penataan koleksi menjadi bagian penting dalam rencana reposisi dan revitalisasi Museum NTB. Ia meminta pengelola museum untuk memastikan setiap koleksi terinventarisasi dan terawat dengan baik.

Menurut dia, pelibatan publik sangat penting mengingat koleksi yang tersimpan di museum merupakan bagian dari kekayaan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

"Hadirnya koleksi-koleksi itu berasal dari masyarakat, sehingga kami perlu mengajak masyarakat berdiskusi untuk menata dan mengelola koleksi secara bersama-sama," kata Faozal.

Lebih lanjut ia menyampaikan keberadaan artefak yang dikoleksi oleh museum memberikan tiga manfaat, yakni menjadi bahan pembelajaran sejarah secara visual, menjamin pemeliharaan benda bersejarah secara lebih profesional, serta memperluas wawasan masyarakat mengenai kekayaan budaya NTB.

Faozal mengapresiasi upaya Museum NTB membawa kebudayaan daerah ke tingkat internasional. Hal itu menjadikan museum tidak sebagai penjaga warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dunia.

Pada September 2026, tim Museum NTB dijadwalkan bertolak ke Adelaide, Australia, untuk mengikuti pameran sekaligus peluncuran buku yang mengangkat tentang kekayaan wastra khas Pulau Lombok.

Baca Juga: Skandal Korupsi MBG Merembet ke NTB, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi

Load More