- Dosen berinisial IKW kehilangan dua belas sertifikat tanah di rumah kosongnya di Klungkung pada Juli.
- Dua pelaku membobol pintu rumah korban setelah mengetahui kondisi bangunan yang sedang ditinggalkan tanpa penghuni.
- Polisi mengamankan rekaman CCTV untuk penyelidikan dan menyarankan korban berkoordinasi dengan BPN setempat.
SuaraBali.id - Rumah seorang dosen berinisal IKW (31) diduga dibobol maling, dan sebanyak 12 sertifikat hak milik (SHM) milik korban IKW raib diduga dicuri.
Rumah korban berlokasi di Dusun Sidayu, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengatakan, pencurian diketahui pada Minggu (19/7).
Dan dilaporkan ke Polres Klungkung pada Senin (20/7), dari rekaman CCTV, pelaku yang melakukan pencurian sebanyak dua orang.
"Pelaku yang melakukan pencurian sebanyak dua orang. Pelaku mencongkel pintu dan mengambil 12 sertifikat tanah," kata Alit Purnawibawa Rabu (22/7).
Dari keterangan saksi berinisal IKR menerangkan, terjadinya pencuri itu sudah diberitahukan kepada korban dan telah memeriksa rekaman CCTV, mengingat korban tinggal di Kota Denpasar.
"Jadi rumah memang ditinggalkan dalam keadaan kosong," imbuhnya.
Pelaku diduga telah mengetahui kondisi rumah yang tidak dihuni sehingga leluasa menjalankan aksinya.
"Dugaan sementara pelaku mengetahui kondisi rumah tersebut sebelum melakukan pencurian," ujarnya.
Baca Juga: HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP
Adapun 12 sertifikat tanah yang hilang terdiri dari sertifikat yang berada di Desa Sesetan, Desa Takmung, hingga Desa Satra dengan luas lahan yang bervariasi.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV yang diduga merekam identitas pelaku untuk kepentingan penyelidikan.
"Rekaman CCTV sudah diamankan dan akan menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Klungkung," kata Alit.
Polisi juga meminta korban segera berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan (BPN) untuk mengamankan administrasi sertifikat yang hilang agar tidak disalahgunakan.
"Mengingat barang yang hilang berupa 12 SHM, korban disarankan untuk segera berkoordinasi dengan BPN guna melakukan langkah-langkah pengamanan administrasi terhadap sertifikat yang hilang, guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Kontributor: Dafi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo