- Polres Buleleng berkoordinasi dengan atase kepolisian Taiwan menyelidiki dugaan pelecehan terhadap turis wanita di Lovina.
- Pria berinisial WS (68) teridentifikasi sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap wisatawan asing pada 8 Agustus 2026.
- Terduga pelaku mengakui perbuatannya dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
SuaraBali.id - Polres Buleleng melakukan koordinasi dengan kepolisian Taiwan di Indonesia terkait adanya turis wanita yang diduga dilecehkan saat berlibur di kawasan wisata Pantai Lovina, di Kabupaten Buleleng
Turis Taiwan ini, mengunggah pengalaman tak menyenangkan di media sosialnya dan mengaku sampai menangis dan mengalami trauma setelah kejadian tersebut dan langsung mendapat perhatian pihak kepolisian.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, telah melakukan investigasi terkait kejadian yang menjadi sorotan hingga berkoordinasi dengan atase kepolisian Taiwan.
"Kami telah berkoordinasi dengan atase kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini," kata AKBP Ruzi Gusman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).
Langkah tersebut, dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung dari korban sekaligus memastikan wisatawan tersebut mendapatkan rasa aman selama berada di Bali.
Petugas juga melakukan pendekatan bersama aparatur Desa Kalibukbuk untuk menelusuri pria yang berada dalam peristiwa tersebut.
Dari hasil penelusuran, polisi bersama aparatur desa menemukan pria berinisial WS (68), warga setempat, yang diduga pelaku dalam kejadian tersebut.
Setelah dilakukan pendekatan oleh pihak kepolisian dan aparatur Desa Kalibukbuk, WS mengakui kesalahannya.
Kemudian WS, menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang telah dibubuhi tanda tangan oleh WS.
Selain itu, kepolisian juga memastikan proses penanganan terhadap kejadian tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap informasi yang berkembang sekaligus untuk menjaga situasi keamanan di kawasan wisata Lovina.
AKBP Ruzi Gusman juga mengutuk keras tindakan tersebut. Menurutnya, tindakan individu yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman berpotensi mencederai citra Bali yang selama ini dikenal dengan keramahan masyarakatnya.
"Sangat disayangkan sekali, ini merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina," imbuhnya.
Menurutnya, keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan hal penting yang harus dijaga bersama. Apalagi, Lovina merupakan salah satu kawasan wisata yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Kepolisian menjamin kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan yang sedang berwisata ke Pulau Bali," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan pariwisata, agar menjaga sikap dan menghormati kenyamanan wisatawan.