- Polres Buleleng berkoordinasi dengan atase kepolisian Taiwan menyelidiki dugaan pelecehan terhadap turis wanita di Lovina.
- Pria berinisial WS (68) teridentifikasi sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap wisatawan asing pada 8 Agustus 2026.
- Terduga pelaku mengakui perbuatannya dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
Keramahan kepada wisatawan hendaknya ditunjukkan melalui interaksi yang santun, tanpa memaksakan kontak fisik ataupun tindakan yang dapat membuat wisatawan merasa terganggu.
"Jangan sampai ulah satu orang merusak citra keramahan Bali yang telah dibangun selama bertahun-tahun," ujarnya.
Sebelumnya, beredar video viral diunggah melalui akun Instagram @aurosa_a. Dalam rekaman itu terlihat korban WNA Taiwan sedang merekam dirinya lewat handphone.
Kemudian, datang seorang pria menghampirinya dan awalnya bersikap ramah dan menyalami korban lalu mengucapkan selamat berlibur di Bali.
Selanjutnya, hal tak nyaman dialami korban dan jabat tangan yang dilakukan pria tersebut berlangsung cukup lama. Korban kemudian menyadari tangan pria itu diduga diarahkan ke bagian kemaluannya.
"Kenapa kamu memegang tanganku selama itu? Dan aku tidak tahu apa yang sebenernya kamu lakukan," kata Aurosa dalam unggahannya yang dikutip Selasa (11/8/2026).
Setelah kejadian tersebut, dia mengaku mengalami tekanan emosional. Dia bahkan menangis ketika dalam perjalanan kembali ke tempat penginapan.
Dugaan pelecehan itu, dilakukan oleh seorang pria berinisial WS, saat WNA Taiwan sedang membuat video outfit check di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng.
Kepala Desa Kalibukbuk, I Ketut Suka membenarkan adanya kejadian itu. Pria yang diduga melakukan pelecehan merupakan warga setempat.
Pria itu, memang dikenal warga sering berjalan-jalan di sekitar desa dan terkadang berbicara tidak terarah.
Tetapi, ia menegaskan pihak desa tidak menyebut pria tersebut sebagai orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.
"Kami juga sudah kirim permohonan maaf dari pihak desa ke akun wisatawannya itu, atas ketidaknyamanan yang diterima," kata Ketut Suka, saat dikonfirmasi Selasa (11/8).
Dari informasi yang diterima pihak desa, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) pagi.
Saat itu, pria itu baru selesai mengantarkan atau melihat wisatawan yang mengikuti aktivitas wisata lumba-lumba di kawasan Lovina. Kemudian, dia berjalan ke arah barat dan bertemu dengan wisatawan asal Taiwan tersebut.
"Menurut nelayan, sehabis lihat tamu dolpin dia jalan ke barat sebelum hotel ketemu tamu China. Caranya ramah, ceritanya salaman begitu," imbuhnya.