9 Cara Tradisional Masyarakat Indonesia Menyambut Bulan Ramadhan

Sebagai bagian dari persiapan menyambut Bulan suci Ramadhan, di setiap daerah biasanya memiliki tradisi

Muhammad Yunus
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:01 WIB
9 Cara Tradisional Masyarakat Indonesia Menyambut Bulan Ramadhan
Perayaan meugang kecil (meugang hari pertama) di pusat pasar daging tradisional Inpres Lhokseumawe, Aceh, Selasa (16/6).
Baca 10 detik
  • Berbagai tradisi lokal seperti Megengan, Padusan, dan Meugang dilakukan sebagai persiapan menyambut Ramadhan.
  • Tradisi ini mencakup ritual penyucian diri, ziarah kubur, dan kenduri sebagai permohonan ampunan Ilahi.
  • Contoh lain meliputi Dugderan di Semarang untuk pengumuman awal bulan dan Malamang di Sumatera Barat.

SuaraBali.id - Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah akan ditemui sebentar lagi. Dalam kurun waktu 35 hari lagi, umat muslim di Indonesia kembali dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah tersebut.

Sebagai bagian dari persiapan menyambut Bulan suci Ramadhan, di setiap daerah biasanya memiliki tradisi sendiri – sendiri.

Tradisi tersebut sudah turun temurun dilakukan sampai saat ini. Salah satu contohnya seperti tradisi Megengan yang biasa dilakukan orang Jawa.

Tradisi ini dilakukan dengan selamatan atau kenduri sebagai permohonan ampunan kepada Allah sebelum memasuki bulan suci.

Baca Juga:Nostalgia! 5 Permainan Tradisional Lombok Masih Dimainkan Anak-anak di Era Smartphone

Tak hanya itu, masih banyak lagi tradisi – tradisi lainnya yang biasa dilakukan menjelang Bulan Ramadhan, berikut ulasannya:

1. Megengan (Jawa Tengah dan Jawa Timur)

Megengan merupakan tradisi Masyarakat Jawa dalam menyambut bulan puasa (Ramadhan).

Masyarakat biasanya berbondong – bondong untuk berziarah kubur terlebih dahulu, membersihkannya serta menaburi bunga di atasnya dan mendoakannya.

Kemudian megengan dimulai pada waktu petang hari dengan dihadiri para tamu undangan (Masyarakat) berdoa bersama serta makan ambengan (sajian) bersama.

Baca Juga:Rekomendasi Tempat Ngopi Tradisional di Bali untuk Liburan 2025: Kembali ke Akar Rasa Kopi

Wakil Gubernur Emil Dardak memimpin megengan di Gedung Grahadi [Foto: Antara]
Wakil Gubernur Emil Dardak memimpin megengan di Gedung Grahadi [Foto: Antara]

2. Padusan (Jawa Tengah dan Jawa Timur)

Padusan masih menjadi tradisi kental Masyarakat Jawa yang biasa dilakukan menjelang Ramadhan.

Di zaman Kerajaan Majapahit, para kesatria, pujangga, brahmana, dan empu, kerap melakukan padusan untuk menyucikan diri.

Secara umum, arti padusan adalah tradisi mandi – mandi yang biasanya dilakukan sebelum Ramadhan oleh Masyarakat Jawa.

Padusan sendiri berasal dari kata ‘adus’ yang berarti mandi. Ketika menjalankan tradisi padusan, Masyarakat Jawa umumnya akan mandi atau berendam di sumber mata air.

Tujuan Padusan adalah untuk membersihkan diri, baik lahir maupun batin, sebelum bulan suci Ramadhan tiba.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini