- Anak-anak di Dusun Karang Anyar Lombok Barat melestarikan permainan tradisional tahun 2000-an saat libur sekolah.
- Beberapa permainan yang dimainkan meliputi Selodor, Begasingan, Benteng, Sebok-sebo'an, dan Dengklak.
- Permainan tradisional umumnya dimainkan saat siang hari karena membutuhkan penerangan cukup untuk aktivitas luar ruangan.
SuaraBali.id - Suasana pagi yang cukup cerah dan hari libur masih cukup lama. Anak-anak banyak memanfaatkanya untuk bermain bersama teman sebaya.
Berbagai cara anak-anak menikmati libur sekolah. Berlibur ke destinasi wisata, keluar kota atau pergi kampung halaman orang tuanya pada masa kecil dulu.
Bahkan di tengah perkembangan teknologi saat ini, masih ada anak-anak yang memanfaatkan masa libur sekolah dengan menghidupkan kembali permainan zaman dulu.
Anak-anak di Dusun Karang Anyar Desa Sembung Kabupaten Lombok Barat misalnya.
Baca Juga:Kapasitas Tempat Pembuangan Sampah di Lombok Barat Menipis
Masih melestarikan permainan tradisional pada tahun 2000 an untuk mengisi hari libur mereka.
Beberapa permainan yang mengisi hari libur anak-anak diantaranya.
1. Selodor
Permainan ini dibagi jadi dua tim dan masing-masing tim harus berusaha memasuki wilayah lawan pada area yang telah ditentukan.
Areanya berbentuk garis-garis pada tanah yang bertujuan untuk membatasi daerah yang harus dilintasi oleh pemain.
Baca Juga:Benarkah Ada 'Pilih Kasih' Infrastruktur Sumbawa dan Lombok
Sebenarnya sih permainan ini ada juga di daerah-daerah lain hanya namanya saja yang berbeda.
2. Begasingan
Hingga saat ini gasing masih dilestarikan di Pulau Lombok dan kerapkali dijadikan ajang perlombaan dalam suatu acara.
Permainan gasing dapat dilakukan dengan dua jenis yaitu adu ketahanan gasing dan mangkek (memukul gasing dengan gasing).
3. Benteng
Permainan ini pada dasarnya adalah permainan saling kejar dengan menjadikan batu atau sejenis sebagai benteng yang harus di pertahankan.
Jika seseorang dari kubu lawan bisa menyentuh benteng kita, maka kita dinyatakan kalah.
Permainan ini sangat bermanfaat bagi kebugaran tubuh karena pemain akan bergerak terus.
4. Sebok-sebo’an / Main Kaleng
Sebok berarti sembunyi. Jadi permainan ini adalah permainan di mana salah seorang yang ditunjuk akan menutup mata kemudian menghitung.
Sembari menghitung, teman teman yang lain akan bersembunyi. Selanjutnya sang pencari akan mencari seluruh teman-temannya.
5. Dengklak
Kata dengklak berarti menghentakkan kedua belah kaki secara bersamaan ke tanah. Inti dalam gerakan permainan ini adalah menghentakkan kedua belah kaki pada garis-garis yang ditentukan.
Permainan ini dilaksanakan dengan menggunakan katuk (benda kecil yang dilempar ke dalam garis).
Salah seorang anak yang sedang bermain, Nayla mengatakan permainan masih tetap dimainkan pada pagi hari dan sore hari.
Selama libur sekolah ia mengaku belum pernah keluar untuk jalan-jalan karena orang tua tetap bekerja.
“Kita main sama teman-teman saja. Ibu sama bapak masih kerja jadi belum pernah keluar untuk main-main,” katanya.
Sedangkan untuk main menggunakan smartphone, biasanya pada malam hari. Pasalnya, untuk bermain dongklak misalnya harus siang hari karena buat garis di atas tanah.
“Biasanya siang aja kita main. Rata-rata itu kan kita lari kesana kemari. Kalau malam kurang ada penerangan jadi kita lebih banyak di rumah kalau malam,” tutupnya.
Kontributor Buniamin