- One Global Capital merealisasikan distribusi investasi properti Five Dock Sydney senilai Rp1,2 triliun menjelang Imlek 2026.
- Investasi awal AUD5 juta lebih dari dua dekade lalu berkembang signifikan setelah persetujuan rezoning properti pada 2019.
- Keberhasilan ini membuktikan investasi Indonesia mampu bersaing dengan fokus pada aset riil dan tata kelola yang ketat.
SuaraBali.id - Momentum Tahun Baru Imlek 2026 menjadi kabar gembira bagi para investor One Global Capital.
Perusahaan ini merealisasikan distribusi pengembalian investasi setara Rp1,2 triliun dari laba pengembangan proyek properti Five Dock di Sydney, Australia.
Nilai proyek tersebut tercatat lebih dari AUD100 juta.
Pendiri dan Chairman One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan capaian ini bukan sekadar melampaui target, tetapi juga membuktikan bahwa investasi asal Indonesia mampu bersaing dan menciptakan aset kelas dunia di pasar global.
Baca Juga:5 Strategi Bank Indonesia Tumbuhkan Ekonomi 2026 di Bali
“Di Five Dock, prinsip kami sederhana: buy well, add value, and sell well. Kami tidak mengejar hype, tapi fokus pada aset nyata yang kami pahami. Kesabaran itu sekarang terbayar,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
Dari AUD5 Juta Jadi Ratusan Juta Dolar
Perjalanan proyek Five Dock dimulai lebih dari 20 tahun lalu dengan investasi awal sekitar AUD5 juta atau setara Rp50 miliar saat itu.
Strateginya bukan spekulasi jangka pendek, melainkan pengembangan berbasis aset riil, tata kelola ketat, serta membaca siklus pertumbuhan kota.
Titik balik terjadi pada 2019, ketika rezoning kawasan Five Dock disetujui otoritas New South Wales. Keputusan tersebut mendongkrak valuasi proyek secara signifikan.
Baca Juga:Ratusan Relawan dan Karyawan BRI Bersih-bersih di Pantai Kedonganan Bali
Secara rata-rata, proyek ini menghasilkan laba lebih dari AUD100 juta, atau sekitar 20 kali dari modal awal.
Investor yang menanamkan dana AUD250.000 menerima distribusi sekitar AUD2,75 juta—setara 11 kali lipat dari investasi awal, termasuk pengembalian modal.
Dalam hitungan rupiah, hasilnya bahkan lebih mencolok. Investasi awal sekitar Rp1,2 miliar kini nilainya bisa mencapai Rp28,9 miliar, atau melonjak hingga 24 kali lipat.
Ditutup Manis Jelang Imlek
Sebelum distribusi dari proyek Five Dock, One Global Capital juga mencatatkan kinerja positif di akhir 2025 dengan pembagian dividen perdana sekitar AUD3 juta dengan imbal hasil 28,5 persen.
Hanya berselang beberapa pekan, menjelang Imlek 2026, perusahaan kembali membagikan hasil investasi dalam jumlah besar.
Bagi Iwan Sunito, yang lahir di Tahun Kuda Api 1966, Imlek 2026 yang juga memasuki Tahun Kuda Api terasa spesial. Ia menyebut filosofi Kuda Api—energi, keberanian, dan daya tahan—sejalan dengan perjalanan bisnis yang dibangun secara konsisten dalam jangka panjang.
“Hasil besar tidak lahir dalam semalam. Ini buah dari dua dekade kesabaran, keteguhan, dan keberanian untuk tetap berjalan saat belum banyak yang percaya,” ujarnya.
Australia Dinilai Stabil dan Prospektif
Keberhasilan ini juga ditopang oleh kondisi ekonomi Australia yang relatif stabil. Dengan nilai ekonomi sekitar AUD2,3 triliun dan GDP per kapita di atas AUD90.000, Australia dinilai memiliki sistem hukum dan regulasi yang transparan.
Sydney sendiri berkembang sebagai salah satu safe haven properti di kawasan Asia Pasifik. Permintaan properti tumbuh secara struktural, ditopang migrasi, sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi riil.
Director of Capital One Global Capital, Samuel Sunito, menambahkan pihaknya ingin membuka lebih banyak akses bagi investor Indonesia untuk memiliki aset properti global.
“Ke depan, kami ingin investor Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemilik aset di pasar global,” ujarnya.
Distribusi Rp1,2 triliun ini sekaligus menjadi penanda bahwa strategi investasi jangka panjang, pemilihan aset yang tepat, dan tata kelola yang disiplin masih menjadi kunci utama dalam menciptakan imbal hasil signifikan di tengah dinamika ekonomi global.