- Kurma tetap populer saat Ramadan sebagai makanan pembuka karena nilai gizinya dan kedudukannya dalam ajaran Islam.
- Kurma disebut dalam Al-Qur'an sebagai tanda kebesaran Allah serta merupakan bagian kehidupan Rasulullah SAW.
- Nabi Muhammad SAW menganjurkan konsumsi kurma saat berbuka puasa karena buah tersebut dianggap penuh berkah.
SuaraBali.id - Kurma, menjadi salah satu kudapan yang dicari-cari banyak orang saat Ramadan tiba. Pasalnya, Kurma seringkali dijadikan sebagai makanan pembuka saat buka puasa.
Di tengah makanan – makanan modern saat ini, kurma masih tetap menjadi pilihan. Selain terkenal dengan kandungan gizinya, makanan ini ternyata memiliki keistimewaan tersendiri.
Kedudukan Kurma dalam ajaran Islam sangat agung. Bukan hanya buah biasa, melainkan sudah menjadi bagian dari Sejarah peradaban, bagian dari wahyu Ilahi, dan bagian dari kehidupan sehari-hari Rasulullah.
Dalam Al-Qur’an, kurma disebut sebagai tanda kebesaran Allah, dan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW, kurma menjadi makanan pilihan yang penuh berkah.
Baca Juga:Harga Cabai Rawit NTB Meroket Rp95 Ribu Jelang Ramadan, Gubernur Iqbal Siapkan Jurus Ini
Berikut beberapa Keistimewaan Kurma:
1. Buah dalam Al-Qur’an
Kurma adalah salah satu buah yang berulang kali disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.
Tak heran jika kurma menjadi salah satu buah yang dicari, terlebih saat bulan Ramadan.
Umat muslim berbondong – bondong mengonsumsi kurma untuk mengejar pahala ‘sunnah’.
Baca Juga:7 Amalan Sunnah Puasa Ini Bikin Pahala Kamu Meroket
2. Buah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW mengetahui manfaat, menikmati dan mendorong umatnya untuk melakukan hal yang ia lakukan.
Sehingga, kurma menjelma sebagai buah yang diberkahi.
Lantaran Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk mengonsumsi, secara otomatis kurma menjadi buah pilihan untuk umat muslim.
3. Kekayaan Khazanah umat Muslim
Kurma memiliki sisi keunikan tersendiri, sehingga maknanya menjadi tidak seperti buah pada umumnya.
Saat dikaitkan dengan Al-Qur’an dan hadis, disinilah anggapan ‘berkah’ dan ‘pahala sunnah’ terbentuk, kurma menjadi salah satu bagian dari kekayaan Khazanah umat muslim.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Ketika salah satu diantara kalian berbuka puasa, biarkan dia berbuka dengan kurma karena buah itu diberkahi.
Jika tidak ditemukan, biarkan dia berbuka dengan air karena itu bersih.” (HR Tirmizi)
“Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, akan membikin lapar penghuninya.” (HR Muslim)
“Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanan di dalamnya,” (HR Ibnu Majah)
Dari berbagai macam dalil tersebut yang akhirnya membuat umat muslim terdorong memakan buah kurma.
Selain sebagai sumber makanan, dengan mengonsumsi kurma juga dipercaya mendapatkan pahala dan keberkahan.
Kontributor : Kanita