Modal Rp200 Ribu Jadi Cuan! Bisnis 'Rebusan' Ini Lagi Diburu Pencari Sehat

Makanan ini mulai banyak digemari oleh masyarakat yang sedang berupaya untuk menerapkan pola hidup sehat

Muhammad Yunus
Rabu, 19 November 2025 | 17:47 WIB
Modal Rp200 Ribu Jadi Cuan! Bisnis 'Rebusan' Ini Lagi Diburu Pencari Sehat
Real food—makanan tanpa banyak proses olahan, hanya direbus atau dikukus [Suara.com/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Konsumsi real food yang minim olahan seperti direbus atau dikukus kini diminati karena tren gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.
  • Fenomena ini membuka peluang bisnis menjanjikan bagi pelaku usaha karena bahan mudah didapat serta proses memasak yang sangat praktis dan sederhana.
  • Usaha makanan sehat sederhana ini umumnya membutuhkan modal relatif kecil, bisa dipasarkan daring, dan menawarkan keuntungan finansial bagi pemiliknya.

SuaraBali.id - Belakangan ini, gaya hidup sehat semakin menjadi perhatian banyak orang.

Salah satu tren yang paling mencuri perhatian adalah konsumsi real food—makanan tanpa banyak proses olahan, hanya direbus atau dikukus.

Menu sederhana ini justru menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin mengurangi makanan siap saji dan kembali ke pola makan alami.

Fenomena ini membuka peluang besar bagi para pelaku usaha. Baik pemain lama maupun pendatang baru, banyak yang melihat potensi keuntungan dari jualan makanan rebusan.

Baca Juga:UMKM Jahit Rumahan Sukses Hasilkan Omzet Miliaran Rupiah hingga Jangkau Pasar Eropa

Selain bahan bakunya mudah didapat dan relatif murah, proses memasaknya pun praktis.

Mulai dari edamame, jagung, ubi, kacang tanah, labu kuning, hingga pisang kukus, semuanya disajikan hangat tanpa tambahan bumbu yang rumit. Justru kesederhanaannya inilah yang menarik banyak pembeli.

Dari Kebiasaan Sarapan Sehat, Jadi Usaha Menguntungkan

Salah satu pelaku usaha real food, Nira Aulia Zahara, memulai bisnisnya dari kebiasaan sederhana: menu sarapan di rumah.

“Ibu saya setiap pagi selalu siapin rebus-rebusan. Dari kecil memang sudah terbiasa sarapan sehat. Terus suami saya punya ide, kenapa kita nggak jualan sekalian?” cerita Nira, ditemui pada Selasa (17/11) pagi sambil menunggu pembeli.

Baca Juga:6 Pasar Thrifting Hidden Gem di Bali yang Wajib Dikunjungi, Harga Miring Kualitas Masih Bagus

Tak disangka, kebiasaan sehat itu justru membuka pintu rezeki baru. Banyak orang yang mulai beralih ke makanan kukusan, sehingga jualan Nira cepat mendapatkan tempat di hati konsumen.

“Awalnya cuma kukusan aja. Eh, ternyata banyak peminatnya. Dari situ kami tambah menu sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Menurut Nira, menjamurnya pedagang real food bukan tanpa alasan. Banyak masyarakat kini mulai sadar untuk memperbaiki pola makan dan memilih menu yang lebih bersih serta minim proses.

“Sekarang banyak banget yang jualan real food. Ada yang ikut tren dari media sosial, ada juga yang memang sudah dari dulu. Yang jelas sangat membantu orang-orang yang mau hidup sehat tanpa ribet masak sendiri,” tambahnya.

Real food—makanan tanpa banyak proses olahan, hanya direbus atau dikukus [Suara.com/Buniamin]
Real food—makanan tanpa banyak proses olahan, hanya direbus atau dikukus [Suara.com/Buniamin]

Modal Kecil, Peluang Besar

Menariknya, usaha ini tidak membutuhkan modal besar. Karena memanfaatkan sistem order online, Nira hanya menyiapkan bahan sesuai pesanan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini