Guru Besar UI Sebut Presiden Prabowo Orang yang Legowo Karena Beri Jabatan Sosok Ini

Prof. Hikmahanto Juwana menilai Prabowo sosok ikhlas dan mengutamakan negara. Pengangkatan Djamari Chaniago jadi Menko Polkam, meski dulu memecat Prabowo

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:52 WIB
Guru Besar UI Sebut Presiden Prabowo Orang yang Legowo Karena Beri Jabatan Sosok Ini
Presiden Prabowo Subianto. [Biro Pers Istana]
Baca 10 detik
  • Menurut Prof. Hikmahanto, Presiden Prabowo Subianto adalah sosok ikhlas yang selalu memprioritaskan negara.
  • Prabowo menunjukkan sikap tidak pendendam dengan mengangkat Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam.
  • Padahal, Djamari tergabung dalam dewan yang memberhentikan Prabowo dari dinas militer pada tahun 1998.
    Use Arrow Up and Arrow Down to select a turn, Enter to jump to it, and Escape to return to the chat.
     
     

SuaraBali.id - Guru Besar Hukum Internasional UI dan Rektor Universitas Jendral A. Yani, Prof Hikmahanto Juwana menyebut bahwa sosok Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang memiliki rasa keikhlasan luar biasa.

Juwana menyebut bahwa Prabowo adalah sosok presiden yang selalu menomorsatukan kepentingan negara.

“Kalau saya lihat karakter dari Pak Prabowo, beliau itu selalu memikirkan Indonesia,” aku Juwana, dikutip dari youtube Helmy Yahya Bicara, Selasa (28/10/25).

Juwana juga menilai bahwa Prabowo adalah sosok yang sangat legowo dan Ikhlas.

Baca Juga:Rocky Gerung: Bukan Prestasi Prabowo, Tapi Ini yang Lebih Penting Dievaluasi Setelah 1 Tahun

Ia sontak mencontohkan dengan momen pengangkatan Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Sosok Djamari Chaniago ini pernah menjabat menjadi Anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Djamari sempat menangani kasus Prabowo Subianto dalam pelanggaran operasi penculikan sejumlah aktivis pada 1997-1998.

Kala itu, DKP memutuskan untuk memecat Prabowo dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1998.

Namun kebijakan yang dilakukan Djamari untuk mencopot jabatan Prabowo itu tak membuat Prabowo menjadi pendendam.

Baca Juga:Bongkar Aliran Dana Gelap 10 Tahun: Ekonomi Indonesia Sulit Bertumbuh Akibat Misinvoicing?

Terbukti dari pengangkatan Djamari sebagai Menko Polkam.

“Ada kelegowoan, keikhlasan. Beliau tahu bahwa mungkin ada teman – temannya pada saat itu memang harus menjalankan tugas sampai mencopot pangkatnya dan lain – lain. Tapi beliau tahu bahwa mungkin mereka – mereka ini adalah orang – orang yang bisa beliau percaya,” urai Juwana.

“Dan beliau yakin bahwa ini bisa membawa katakanlah bantuan kepada beliau sebagai presiden,” imbuhnya.

Juwana sendiri mengakui bahwa pihaknya belum tentu bisa berbuat Ikhlas dan legowo seperti yang dilakukan oleh Prabowo.

Teladan yang dilakukan oleh Prabowo inilah menurut Juwana sangat penting di era banyak orang akhirnya harus dikriminalisasi karena termakan dendam semata.

“Kalau kita kan kadang – kadang nggak ada rasa legowo. Kita kalau misalnya sekarang berkuasa, dulu ‘oh kamu dulu pernah ngapain sama saya’, udah waktunya nginjak – nginjak sekarang, haha (nah itu ternyata tidak dilakukan oleh Prabowo),” jelas Juwana.

“Teladan yang seperti ini penting loh. Saya lihat begini, di Indonesia ini kalau misalnya nanti ada pemerintahan baru, dia ‘nglamak’ waduh kasihan itu, ada yang dikriminalisasi, ada yang dicopot, nggak dipakai dan lain sebagainya. Karena apa? Kita benci banget sama Belanda, ketika kita Merdeka kita ingin yang bau – bau Belanda dihilangkan semua, termasuk hukumnya,” sambungnya.

Djamari Sosok Menko Polkam yang dulu pernah Memecat Prabowo

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago yang baru saja dilantik pernah menjadi Sekretaris Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Saat menjabat menjadi Sekretaris DKP, Djamari disebut memecat Prabowo Subianto dari ABRI.

Saat itu Djamari bersama Subagyo Hadisiswoyo sebagai ketua dan beberapa Jenderal lainnya yang jadi anggota DKP yakni Fachrul Razi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agum Gumelar, Yusuf Kartanegara dan Arie J. Kumaat.

DKP saat itu memutuskan Prabowo terbukti melakukan pelanggaran terlibat dalam operasi penculikan sejumlah aktivis pada 1997 – 1998. Dalam putusannya, DKP memecat Prabowo dari ABRI pada 1998.

Djamari sendiri merupakan purnawirawan TNI. Ia lulusan AKABRI 1971, tiga tahun diatas Prabowo dan Sjafrie yang merupakan lulusan 1974.

Selama menjadi prajurit, Djamari pensiun dengan berpangkat lentan jenderal. Ia berasal dari kesatuan Infantri – Baret Hijau Kostrad.

Djamari pernah menduduki sejumlah di militer seperti Panglima Daerah Militer III/Siliwangi pada 1997 -1998.

Ia kemudian dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan strategis Angkatan Darat pada 1998-1999. Saat itu ia menggantikan Johny Lumintang yang menggantikan Prabowo.

Setelah menjabat Pangkostrad, Djamari dipercaya sebagai wakil kepala staf TNI Angkatan Darat pada 1999-2000. Kemudian Djamari mengisi kursi Kepala Staf Umum TNI pada 2000-2004.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini