Uniknya Adu Kekuatan Pria dalam Perayaan Hari Raya Galungan di Desa Bungaya Bebandem Karangasem

Masyarakat Hindu Bali sebentar lagi akan memperingati Hari Raya Galungan

Muhammad Yunus
Rabu, 28 Februari 2024 | 16:10 WIB
Uniknya Adu Kekuatan Pria dalam Perayaan Hari Raya Galungan di Desa Bungaya Bebandem Karangasem
Desa Bungaya, Bebandem Karangasem mengenal sebuah tradisi unik, yaitu Tamblang Waluh [Instagram @infobali.viral]

SuaraBali.id - Masyarakat Hindu Bali sebentar lagi akan memperingati Hari Raya Galungan yang jatuh pada tanggal 28 Februari 2024.

Umat hindu yang merayakan Galungan ini bertujuan untuk menunjukkan rasa Syukur atas terbentuknya alam semesta dan kehidupan di dalamnya.

Berbicara soal Hari Raya Galungan, di Desa Bungaya, Bebandem Karangasem ini mengenal sebuah tradisi unik, yaitu Tamblang Waluh.

Terdengar sedikit aneh memang tradisi ini, namun cukup menyenangkan. Tradisi Tamblang Waluh saat penyajaan Galungan ini sudah ada sejak turun temurun.

Baca Juga:Resep Jaja Uli, Sajian Khas Sambut Hari Raya Galungan

Para pria dari segala umur berkumpul di perempatan jalan untuk mengadu kekuatan. Mereka menunjukkan keberaniannya di hadapan para pria lainnya yang menonton.

Cara bermainnya yaitu seorang pria akan mengadu kekuatan mereka dengan pria lain yang sama-sama berani untuk beradu kekuatan.

Dalam adu kekuatan ini, mereka yang berani hanya boleh memakai kaki untuk “berduel” satu lawan satu. Meski berduel, namun tanpa ada rasa dendam setelah melakukannya.

Tradisi ini mengadu dua orang pria untuk ‘Metinjakan’ (saling menendang tanpa boleh memukul), ini juga harus memilih lawan yang sepadan.

Mengapa tradisi ini dinamakan dengan ‘Tamblang Waluh’? Seperti diketahui, Tamblang merupakan bambu yang disimpulkan sebagai laki-laki atau lingga.

Baca Juga:Dinas Pariwisata Bali Periksa Pembayaran Pungutan Wisatawan Asing Mulai Bulan Mei

Sementara itu, Waluh adalah sejenis Labu dan menjadi simbol Perempuan atau Yoni. Selain itu waluh juga berasal dari kata Luh yang berarti Perempuan.

Maka dari itu, Tamblang Waluh ini sebagai simbolisasi kelahiran dunia atau penciptaan. Makna suci dari tradisi ini adalah sebagai penghormatan kepada Tuhan atau Ida Sanghyang Widi Wasa.

Warga setempat meyakini bahwa tradisi ini harus tetap dilakukan dan digelar, jika tidak maka dipercaya bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti datangnya wabah penyakit.

Untuk diketahui, Galungan ini dilaksanakan setiap 210 hari atau 6 bulan sekali, sehingga pada Tahun ini galungan akan dirayakan 2 kali, yaitu pada 28 Februari 2024 dan 25 September 2024.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini