Penolakan Penyebaran Nyamuk Wolbachia Terjadi di Bali, Kemenkes Jelaskan Sebabnya

Banyak masyarakat yang jadi khawatir karena tidak mengetahui manfaat dari nyamuk Wolbachia.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 25 November 2023 | 14:53 WIB
Penolakan Penyebaran Nyamuk Wolbachia Terjadi di Bali, Kemenkes Jelaskan Sebabnya
Sosialisasi penggunaan bakteri wolbachia dalam mengendalikan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang. [Istimewa]

SuaraBali.id - Adanya penolakan penerapan teknologi nyamuk Wolbachia di Bali untuk menekan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) diungkap Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu hal ini karena sosialisasi yang kurang kepada masyarakat.

Banyak masyarakat yang jadi khawatir karena tidak mengetahui manfaat dari nyamuk Wolbachia.

"Memang kalau pelaksanaan di Bali penyebab saya lihat itu sosialisasi. Sampai ke akar rumput itu memang kurang, sehingga masyarakat di sana belum tahu informasi manfaatnya," kata Maxi, Jumat (24/11/2023).

Baca Juga:Cerita Bule yang Sedang Berlibur di Bali Tapi Ikut Aksi Bela Palestina di Denpasar

Menurutnya sosialisasi ini seharusnya gencar dilakukan karena penyebaran penyebaran nyamuk Wolbachia di Bali, kata dia, berbeda dengan kota-kota lainnya yang menjadi proyek pilot.

"Di Bali memang ditangani oleh salah satu donatur yang membiayai, sehingga koordinasi di lapangan dengan Dinas Kesehatan kurang," ujarnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi menyebutkan terdapat 76.449 kasus DBD dengan 571 kematian sejak Januari hingga November 2023. Angka ini turun dari 143.300 kasus dengan 1.236 kematian pada 2022 lalu.

"Sebetulnya, kita sudah bisa menurunkan lebih dari separuh kasus tahun lalu, tetapi angka kematian ini masih cukup tinggi. Sehingga kita perlu untuk membuat atau melakukan inovasi dalam rangka mencegah dan mengendalikan dengue," jelasnya.

Adapun Kemenkes akan melakukan teknologi ini sebagai permulaan di lima kota yakni Jakarta Barat (DKI Jakarta), Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Bontang (Kalimantan Timur), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur).

Baca Juga:4 Beach Club di Bali yang Cocok Untuk Pesta Seru di Akhir Pekan

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Implementasi Wolbachia sebagai Inovasi Penanggulangan Dengue. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini