Gigitan Anjing Rabies di Buleleng Kembali Telan Korban Jiwa, Total 13 Orang Meninggal

Meninggalnya PS menambah korban jiwa akibat virus anjing gila.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 19 Desember 2022 | 11:30 WIB
Gigitan Anjing Rabies di Buleleng Kembali Telan Korban Jiwa, Total 13 Orang Meninggal
Ilustrasi anjing rabies [shutterstock]

SuaraBali.id - Rabies kembali menghantui Buleleng, Bali. Kini Kasus Rabies kembali merenggut nyawa warga di Desa Tirtasari Kecamatan Banjar Buleleng. 

Korban adalah seorang pria berinisial PS (49) yang meninggal dunia pada Sabtu 17 Desember 2022 sekitar pukul 11.00 WITA. Ia mengembuskan nafas terakhir dalam perawatan medis di RSUD Kabupaten Buleleng.

Meninggalnya PS menambah korban jiwa akibat virus anjing gila atau rabies di Buleleng menjadi 13 orang di tahun 2022.

Saat ini pemerintah bersama pihak terkait mengaku masih menangani penyebaran rabies yang terus meluas.

Baca Juga:Raffi Ahmad Bangun Dua Proyek Baru di Bali, Uluwatu Dan Kaba Kaba

Saat dikonfirmasi beritabali.com – jaringan suara.com, Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha membenarkan ada pasien yang meninggal dengan keluhan suspek rabies.

Sebelumnya, korban dilarikan ke RSUD Buleleng, pada Kamis lalu dan sempat dirawat di RS Kertha Usada Singaraja.

"Saat datang pasien mengeluh khas gejala-gejala suspek rabies. Sebelum meninggal dunia, pasien sempat menjalani perawatan dan diberikan penenang dan nutrisi. Pada umumnya keluhan terpapar virus rabies Korban mengeluh badan lemas, takut air sejak 3 hari, takut udara, merasa sesak, dan badannya panas. Korban lalu ditempatkan di ruang isolasi untuk ditangani lebih lanjut,” jelasnya.

Berdasarkan penjelasan dari pihak keluarga, korban sebelumnya memiliki riwayat digigit anjing pada jari telunjuk tangan kanan sekitar bulan November 2022 lalu.

Saat itu korban sedang memberi makan ayam tiba-tiba datang seekor anjing bertingkah laku aneh dan membunuh 2 ekor ayamnya. 

Baca Juga:Balap Liar di Singaraja Disertai Pengeroyokan, Korban Dihantam Gelas Kaca

”Setelah itu, korban beristirahat dan anjing tersebut datang lagi dan mengigit jari tangan kanannya. Anjing itu lalu menghilang dan tidak ditemukan kembali,” papar Direktur RSUD Buleleng.

Korban tak mencuci tangannya karena merasa hanya luka kecil.

Bahkan korban tidak melapor ke Puskesmas atau rumah sakit agar bisa mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR). 

"Kita akan lakukan tracing kepada yang sempat kontak erat dengan korban untuk berikan VAR," ucapnya.

Saat ini sudah ada belasan korban meninggal dunia akibat Rabies di Buleleng, namun tidak juga membuat Pemerintah Kabupaten Buleleng menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). 

Pemkab mengaku masih mengkaji status KLB untuk rabies sejak beberapa pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini