- Sebagian wilayah di Provinsi NTB mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau sejak dua bulan terakhir.
- Pemerintah Provinsi NTB mendistribusikan tiga tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk membantu warga terdampak.
- Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal menyatakan Pemprov akan membangun tambahan sumur bor guna mengatasi masalah tahunan tersebut.
SuaraBali.id - Musim kemarau mulai melanda sebagian wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dampak dari musim kemarau ini, warga mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak setiap hari.
Warga yang tidak memiliki sumur bor biasanya membeli air bersih untuk kebutuhan minum. Sedangkan untuk keperluan yang lain seperti mandi hingga mencuci warga mengandalkan air sungai.
Salah seorang warga di Desa Mangkung Kabupaten Lombok Tengah, Inaq Ida mulai mengeluhkan ketersediaan air bersih yang sangat terbatas.
Dimana, krisis air bersih mulai dirasakan sekitar dua bulan terakhir. Dimana, air sumur sudah tidak ada lagi sehingga terkadang meminta air di tetangga yang memiliki sumur bor.
Baca Juga:Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
“Sudah dua bulan tidak ada air. Pakai wudhu kita harus ke sungai. Jadi saya juga jaga sekali wudhu biar nggak sering apalagi kalau malam,” katanya Senin (27/7/2026).
Selain tidak ada air, pendistribusian air bersih ke wilayah juga baru pertama kali dilakukan oleh pemerintah dan hal tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari kedepan. Karena air yang dibagikan tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan minum saja.
“Tumben ini kita dapat air. Saya bawa dua galon dan nanti bisa diisi penuh,” katanya.
Berdasarkan pantauan Suara.com, masyarakat sangat antusias mendapatkan pendistribusian air bersih dari pemda.
Pasalnya, pada musim kemarau ini krisis air bersih sering melanda wilayahnya. Warga yang datang mengambil air tidak hanya membawa satu galon melainkan ada yang sampai membawa lima hingga ember.
Baca Juga:Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Lombok, Satu Orang Jadi Tersangka
Jumlah tangki air bersih yang didistribusikan pemerintah Provinsi NTB sebanyak tiga tangki dengan kapasitas 5.000 liter.
Dengan kapasitas tersebut diharapkan bisa merata dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal mengatakan saat ini sekitar 50 kecamatan di NTB terdampak musim kemarau. Untuk mengatasi persoalan yang sama setiap tahunnya, Pemprov NTB akan membangun sumur bor.
“Kami sudah sampaikan masalah ini kepada kepala BNPB dan kita sudah dapat tambahan beberapa sumur bor yang akan kita alokasikan ke wilayah selatan Lombok dan Pulau Sumbawa. Khususnya ke wilayah yang selama ini kita kenal krisis air,” katanya.
Untuk program pendistribusian air bersih ini, Pemprov NTB akan mengerahkan seluruh tangki air bersih yang dimiliki. Hal ini untuk memaksimalkan pendistribusian kepada warga terdampak.
Kontributor : Buniaamin