- Dinas PUPR Kota Mataram mengerahkan 350 petugas dan tujuh truk untuk membersihkan tumpukan sampah sungai pada 10 September.
- Petugas mengangkat sampah lokal secara manual dari dasar empat sungai kering karena debit air menurun drastis selama kemarau.
- Sampah diangkut menuju TPA Kebon Kongok setiap hari guna mengantisipasi banjir menjelang datangnya musim hujan berikutnya.
SuaraBali.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengerahkan sebanyak 350 petugas untuk menangani permasalahan tumpukan sampah yang mengepung aliran sungai dan saluran air di wilayah Kota Mataram, selama musim kemarau.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, mengatakan, kondisi sungai-sungai di Mataram saat ini sangat kotor akibat tingginya volume sampah lokal (bukan kiriman dari hulu), selama musim kemarau.
"Ternyata potensi sampah lokal ini sangat tinggi dan terlihat jelas ketika air sungai sedang kering," katanya, Kamis (10/9).
Berbeda dengan situasi musim hujan, dominan terjadi sampah kiriman dari hulu, tapi saat ini justru kondisi sampah di sungai yang kering, sampah menyebar dan merata di sepanjang saluran dari batas wilayah Lombok Barat hingga ke hilir.
Baca Juga:TPA Kebon Kongok Ditutup Desember 2026, Pemkot Mataram Siapkan "Jurus" Ini
Lale mengatakan, kondisi sungai yang kering diakui menyulitkan penanganan teknis di lapangan. Pada musim hujan, petugas dapat mencegat sampah di beberapa titik penyaringan seperti jaring penampung.
"Namun saat kemarau, sampah harus diangkat secara manual dan merata dari dasar sungai yang mengering," katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas PUPR setiap hari mengerahkan kekuatan armada sebanyak 7 unit dump truk dan 350 orang petugas empat aliran sungai yakni Sungai Jangkuk, Ancar, Unus, dan Kali Ning. Belum lagi di saluran.
Dari 7 dump truk itu, setiap satu dump truk berkapasitas mengangkut sekitar 4 meter kubik sampah per satu ritase, dengan intensitas pengangkutan mencapai lebih dari 2 hingga 3 ritase per hari untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.
Meski volume sampah di aliran sungai melonjak drastis hingga diperkirakan mencapai 10 kali lipat dibanding kondisi biasa, upaya pembersihan terus dimaksimalkan dengan mempertimbangkan jam kerja petugas serta kapasitas armada yang ada.
Baca Juga:Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar
"Petugas di lapangan bekerja secara bertahap setiap harinya mulai pukul 08.00 WITA hingga 16.00 WITA untuk memastikan seluruh saluran air dan sungai di Kota Mataram kembali bersih dan siap menghadapi perubahan musim," katanya.
Kegiatan penanganan sampah sungai tersebut sekaligus sebagai langkah antisipasi memasuki musim hujan, agar sungai bisa berfungsi maksimal.
"Kami berharap masyarakat bisa berpartisipasi tidak membuang sampah ke sungai, agar sungai tetap bersih dan berfungsi maksimal saat puncak hujan," katanya.