Sampai di hotel, HP Aris berbunyi terus. Feby lalu mengintip HP tersebut dan melihat nama kapolda yang menelepon suaminya.
"Yang telepon namanya Kapolda. Kata dia jangan berisik kapolda telepon. Kapolda nelepon nelepon terus. Namanya istrinya aku kepo, pas aku dengerin suaranya perempuan. Yang aku tahu kapoldanya laki," ujar Feby.
"Pas aku tanya siapa? perempuan itu malah teriakin aku. Ngomong kasar. aku kaget. Ini siapa? kata Aris, kamu diam. Tiba-tiba aku dipukulin sama suami aku," lanjut dia.
Feby terus mencecar suaminya mengenai siapa wanita di telepon tersebut. Lalu Aris menelepon dua rekannya sesama polisi mengakui telah memukuli istrinya. Tak lama dua temannya datang.
Baca Juga:Feby Sharon Ngaku Dipukuli Aris Rusdiyanto hingga Lapor Propam Polda Kepri Tapi Tak Ada Kejelasan
Di situlah baru temannya ngomong sama aku. Mbak istrinya Aris? Iya aku istrinya. Mbak ga tau kalo Aris uda punya istri? aku kaget," kata Feby.
Feby lalu memutuskan untuk visum setelah dipukuli Aris. Feby lalu pulang ke Jakarta namun Aris malah tidak pulang-pulang.
"Disitulah aku ngelapor ke Propam tahun 2009 itu. Aku kirim surat ke Komnas Perempuan, Propam Polda Kepri, Kompolnas, KPAI.
Di Propam ga ada tindakan. Aris satu tahun ga ada kabar. Satu tahun kemudian aris pulang datang lagi minta maaf mengajak untuk rujuk," tuturnya.