Ketika menggunakan nama pelukis, di baliknya tersimpan pengetahuan terselubung karena anak-anak dan wisatawan yang datang akan bertanya mengapa dinamakan jalan seperti itu.
Demikian pula bisa mengajak mereka untuk mulai mencintai dan tertarik dengan museum yang di Bali jumlahnya ada sekitar 30 itu.
Bahkan, dia menaruh harapan besar agar pengetahuan mengenai museum juga bisa masuk dalam kurikulum pendidikan, sehingga para guru dapat sejak dini mengenalkan museum pada anak-anak. (Antara)
Baca Juga:Pengendara Motor Terjun ke Jurang Sekitar GWK, Tewas di TKP