Lukisan yang dipamerkan antara lain lukisan Kamasan klasik yang dibuat di atas kulit kayu, mahakarya para seniman Batuan dari tahun 1930-an hingga 1940-an.
Ada pula lukisan-lukisan monumental dan karya maestro lukis diantaranya karya Affandi, Raden Saleh, Walter Spies, Rudolf Bonnet, Arie Smith, I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Buat, Anak Agung Gede Sobrat, I Gusti Deblog, Willem Gerald Hofker, Adrien Le Mayeur De Merpres dan sebagainya.
Untuk lukisan karya maestro selalu terpajang dan tetap dipertahankan tanpa penggantian berkala karena wisatawan mancanegara sengaja berkunjung untuk melihat lukisan tersebut.
Lukisan karya para pelukis muda kenamaan Indonesia maupun Bali juga menjadi bagian dari koleksi ARMA. Namun untuk jenis lukisan yang ini, beberapa bulan sekali akan diganti untuk memberikan ruang dan kesempatan pada pelukis muda lain agar karyanya bisa diapresiasi masyarakat dan pengunjung.
Baca Juga:Pengendara Motor Terjun ke Jurang Sekitar GWK, Tewas di TKP
Menurut budayawan yang beberapa hari terakhir mendapat penghargaan Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, para pelajar diberi kesempatan untuk menampilkan lukisannya di tempat itu.
Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki ARMA, sebelumnya telah menarik minat Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama keluarga untuk berkunjung. Demikian pula Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan BJ Habibie tak melewatkan untuk berwisata ke ARMA.
Agung Rai pun mengusulkan sejumlah jalan di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali agar menggunakan nama-nama pelukis yang telah berjasa menghidupkan Ubud sebagai kampung pariwisata internasional.
Saat menerima kunjungan reses anggota DPD RI Made Mangku Pastika di Gianyar, akhir Juli lalu, Agung Rai mengusulkan, nama tokoh-tokoh pendahulu yang menghidupkan dan mengenalkan Ubud melalui karya seni lukisnya, diharapkan dapat digunakan sebagai nama jalan.
Dengan mengabadikan menjadi nama jalan, diharapkan pula bisa mengedukasi pelajar dan generasi muda tentang sejarah perkembangan seni lukis dan perkembangan pariwisata Ubud sehingga menjadi seperti saat ini.
Sejumlah nama pelukis asing yang namanya layak diabadikan sebagai nama jalan di Ubud, seperti Walter Spies, Rudolf Bonnet, Miguel Covarrubias dan Arie Smith serta yang tidak kalah penting nama pelukis Bali I Gusti Nyoman Lempad dan sebagainya.