facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Mareje yang Terdampak Kerusuhan Akan Dapat Pelayanan Kesehatan Dan Psikologis

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 06 Mei 2022 | 08:30 WIB

Warga Mareje yang Terdampak Kerusuhan Akan Dapat Pelayanan Kesehatan Dan Psikologis
Petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak konflik sosial di Markas Polres Lombok Barat, NTB, Kamis (5/5/2022). (ANTARA/Polda NTB)

Tim Kesehatan juga turut memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak.

SuaraBali.id - Warga Desa Mareje, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang terkena dampak konflik sosial dan kerusuhan akan mendapatkan pelayanan Kesehatan dari kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda NTB Komisaris Besar Polisi Artanto mengatakan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polres Lombok Barat memberikan pelayanan kesehatan bersama Tim Kesehatan Puskesmas Jembatan Kembar.

"Pelayanan kesehatan diberikan khusus kepada orang lansia (lanjut usia) dan anak-anak. Mulai dari pemeriksaan kesehatan sampai pengobatan," kata Artanto Kamis (5/5/2022).

Tim Kesehatan juga turut memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak.

Baca Juga: Pasca Kerusuhan di Desa Mareje, Rumah yang Rusak Akan Dibantu Perbaikannya Oleh Pemerintah Daerah

"Jadi melalui pelayanan kesehatan ini kami ingin memastikan kondisi warga tetap sehat. Termasuk perkembangan terkini soal psikologi mereka," ujar dia.

Kedepannya pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak konflik sosial.

"Kami yakinkan kegiatan ini (pelayanan kesehatan) akan terus berlanjut bekerja sama dengan pemerintah," ucapnya.

Mereka yang mendapatkan pelayanan ini berjumlah 52 orang yang terdiri atas lansia, anak muda, hingga anak-anak. Mereka berasal dari Dusun Ganjar, Desa Mareje, Kabupaten Lombok Barat.

Setelah terdampak peristiwa kericuhan yang terjadi pada Minggu (1/5/2022) malam, mereka terpaksa mengungsi ke luar desa karena dari peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah terbakar. (ANTARA)

Baca Juga: Kasus Suara Petasan Berujung Kerusuhan di Lombok, FKUB Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi Isu SARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait