Penghitungan Suara di BEM Universitas Mataram Kembali Ricuh, Diwarnai Hujan Batu Hingga Aksi Kejar-kejaran

Kelompok mahasiswa yang sebelumnya berkumpul di areal lapangan rektorat Universitas Mataram merapat menuju lokasi penghitungan.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 26 Februari 2022 | 12:10 WIB
Penghitungan Suara di BEM Universitas Mataram Kembali Ricuh, Diwarnai Hujan Batu Hingga Aksi Kejar-kejaran
Kericuhan kembali terjadi saat penghitungan suara pemilihan Ketua BEM Universitas Mataram, Jumat (25/2/2022) [Foto : Istimewa]

Panji menitipkan pesan kepada kawan-kawan mahasiswanya. Ia menegaskan bahwa kontestasi sifatnya sementara, persaudaraan dan perkawanan selamanya.

"Kita belajar dewasa dalam berdemokrasi. Karena ini bukan hanya tentang siapa jadi pemenang, tapi siapa yang akan selalu dikenang dengan kebermanfaatan yang ditunjukkan, termasuk dalam proses pemilihan," ujar pria asal Pujut, Lombok Tengah itu.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universita Mataram, Prof. Dr. Enny Yuliani yang dikonfirmasi pada Jumat malam pasca kejadian menyebutkan pihaknya tengah berusaha menangani insiden yang melibatkan kelompok mahasiswa tersebut.

"Kami sedang menangani hal tersebut," ujarnya Prof Enny singkat.

Pihaknya telah meminta bantuan aparat untuk mengembalikan kondusifitas di rektorat Universitas Mataram.

"Kita sudah minta bantuan aparat dan sudah ada di lokasi menghentikan perhitungan," sambung WR III.

Setelah insiden, aparat kepolisian tampak berjaga di rektorat Universitas Mataram. Penghitungan suara pun dihentikan. Berdasar informasi yang beredar, penghitungan suara akan kembali dilanjutkan pada hari ini, Sabtu siang, (26/2/2022).

Kontributor : Lalu Muhammad Helmi Akbar

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak