Produksi Kerajinan Gerabah Menurun Di Mengwi Menurun Karena Musim Hujan

Apalagi kerajinan berbahan baku tanah liat ini sangat tergantung dengan sinar matahari.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 07 Desember 2021 | 17:45 WIB
Produksi Kerajinan Gerabah Menurun Di Mengwi Menurun Karena Musim Hujan
Kerajinan Gerabah di Banjar Basang Tamiang, Mengwi, Badung, Bali. [Foto : Istimewa/beritabali.com]

SuaraBali.id - Kerajinan gerabah misalnya mengalami penurunan produksi di saat kondisi cuaca tidak menentu seperti saat ini. Hal ini karena tidak adanya sinar matahari sebagai pengering gerabah-gerabah sebelum masuk ke tahap pembakaran.

Kondisi tersebut dirasakan, salah satu perajin gerabah, Ibu Putu di Banjar Basang Tamiang, Mengwi, Badung, Bali  saat ditemui di sela aktivitasnya merapikan gerabanya. Ia mengatakan, memang sangat berpengaruh dengan produksi kondisi cuaca seperti saat ini.

Apalagi kerajinan berbahan baku tanah liat ini sangat tergantung dengan sinar matahari.

"Hujan-hujan begini. Ya, tentu penurunan produksi terjadi," katanya lugas, Selasa,(7/12/2021).

Kini dalam berproduksi ia harus memperhatikan kondisi cuaca. Cuaca bagus maka pekerjaan dilakukan dengan maksimal dan begitu juga sebaliknya.

"Jika hujan tak lihat turun ya sedikit membuat gerabahnya, dan sebaliknya tak lihat cuaca mendukung ya digarap saja," jelasnya.

Sementara, pengrajin lainnya,  I Ketut Subrata menambahkan kondisi turunnya hujan tidak hanya menghambat produksi, namun juga berdampak pada datangnya bahan baku berupa tanah liat yang ikut terhambat. Hal tersebut disebabkan sulitnya mencari tanah liat juga prosesnya yang sangat tergantung juga dengan cuaca.

"Tidak hanya produksi kami saja terhambat Pak, bahan baku juga sulit didapat dalam kondisi hujan-hujan begini," sebutnya.

Dengan terhambatnya produksi tentunya proses penyelesaian gerabah menjadi molor. Sebelumnya saat cuaca normal (sinar matahari ada) dalam seminggu pesanan dapat dilakukan.

Tetapi saat ini, pesanan bisa diselesaikan mencapai dua minggu baru selsesai.

Untuk menyiasati hasil produksi dalam proses pengeringan, kedua perajin terpaksa dilakukan dengan cara diangin-anginkan saja untuk sementara waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini