Lembar Sejarah Pulau Dewata, Ini Profil 10 Gubernur Bali

Sektor pemerintahan Bali menunjukkan keberagaman pemimpin, lengkap dengan sepak terjangnya. Simak 10 di antaranya.

RR Ukirsari Manggalani
Selasa, 04 Mei 2021 | 20:15 WIB
Lembar Sejarah Pulau Dewata, Ini Profil 10 Gubernur Bali
Gubernur Bali dari masa ke masa [BeritaBali.com].

Ida Bagus Mantra (lahir di Badung, Bali, 8 Mei 1928 – meninggal 10 Juli 1995, usia 67) adalah Gubernur Bali periode 1978–1988.

Beliau digantikan Ida Bagus Oka sebagai gubernur Bali, kemudian menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk India. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPR pada 1968. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra meninggal dunia pada 10 Juli 1995 karena sakit ginjal.

7. Prof. Dr. Ida Bagus Oka (1988-1993)

Ida Bagus Oka (lahir 16 April 1936, meninggal di Sanglah, Bali, 8 Maret 2010 pada usia 73) adalah Gubernur Bali ke-7 masa jabatan 1988-1993.

Ia menjadi Gubernur Bali menggantikan Ida Bagus Mantra. Pada Kabinet Reformasi Pembangunan pada pemerintahan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie, Ida Bagus Oka diangkat menjadi Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN.

Baca Juga:Wisata Bali: Tari Tradisi Mekotek atau Ritual Ngerebeg di Desa Munggu Bali

Pada 2001, Oka diadili berhubungan kasus korupsi Rp2,3 miliar dan dihukum satu tahun.

8. Drs. Dewa Made Beratha ( 1998-2008)

Dewa Made Beratha (lahir di Gianyar, Bali, Indonesia, 12 Juli 1941) adalah Gubernur Bali pada dua periode (1998—2003 dan 2003—2008).

Ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia dilantik sebagai gubernur Provinsi Bali mengantikan Ida Bagus Oka.

Dewa Made Beratha yang direkomendasikan DPP PDIP terpilih kembali sebagai Gubernur Bali periode 2003-2008 berpasangan dengan IGN Kesuma Kelakan (Alit) sebagai Wakil Gubernur.

Baca Juga:Wisata Bali: Jaje Bendu "Eka Cita", Kudapan Legendaris dari Jembrana

Pasangan ini meraih 31 suara dari 55 suara anggota Dewan dalam sidang DPRD Bali, di Denpasar (6/8/2003), menyisihkan dua pasangan lainnya, Tjokorda Gede Budi Suryawan - AA Arka Hardiana (20 suara) dan Putu Gede Ary Sutha - Gede Ngurah Wididana (empat suara).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak