alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Merinding! Dokter Bedah Joget TikTok Pegang Potongan Payudara Manusia

Pebriansyah Ariefana Kamis, 15 April 2021 | 04:25 WIB

Merinding! Dokter Bedah Joget TikTok Pegang Potongan Payudara Manusia
Dokter bedah joget TikTok sambil pamer potongan tubuh manusia. (Youtube/Blog Gustavo Negreiros)

Perempuan dokter ini adalah dokter bedah plastik dari Brasil. Akhirnya si dokter bedah diskors karena aksi mengerikannya itu.

SuaraBali.id - Dokter bedah joget TikTok pegang potongan payudara hingga membuat ngeri si penonton. Bahkan ada juga potongan ketiak yang dipamerkan, dia pegang sendiri.

Perempuan dokter ini adalah dokter bedah plastik dari Brasil. Akhirnya si dokter bedah diskors karena aksi mengerikannya itu. Dokter bedah itu bernama Caren Trisoglio Garcia.

Menyadur New York Post Rabu (14/04), Caren Trisoglio Garcia yang memiliki lebih dari 645.000 pengikut di TikTok diduga pamer lemak hasil bedah plastik dalam rekaman tersebut.

Caren Trisoglio Garcia terlihat membawa kantong bening berisi lemak dan bagian tubuh manusia yang diduga didapatkan dari pasien selama sedot lemak.

Baca Juga: Pelajar Remas Dada Cewek di Jalan, ABH Dilepas Lagi usai Ditangkap Polisi

Tarian 'Dr. Demento' itu bahkan berisi keterangan 'ini adalah payudara' dan 'ini lemak ketiak' yang membuat penonton semakin bergidik ngeri.

Dalam video lain yang lebih kontroversial, dokter bernama 'minhacirurgiaoficial' di TikTok itu terlihat senyum sambil melambai-lambaikan kulit bagai piala yang mengerikan.

TikTok sudah menghapus klip Garcia karena aturan situs yang melarang penggambaran jasad manusia yang dipotong-potong atau dimutilasi.

Ini sesuai pedoman komunitas mereka.

Media Brasil, Metropoles melaporkan lisensi medisnya ditangguhkan oleh Dewan Medis regional di Sao Paulo.

Baca Juga: Ya Ampun! Bocah Pelajar 14 Tahun Jadi Pelaku Begal Payudara di Ponorogo

Ini menyusul penangguhan enam bulan yang dia terima dari dewan Perkumpulan Bedah Plastik Brasil (SBCP), yang menganggap video itu 'tidak etis', lapor Newsweek.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait