Nasib Sejoli SMP di Lombok, Usai Menikah Kini Jualan Sabun

Mempelai pria juga berhenti bersekolah.

Husna Rahmayunita
Jum'at, 18 September 2020 | 11:14 WIB
Nasib Sejoli SMP di Lombok, Usai Menikah Kini Jualan Sabun
Sepasang remaja SMP di Lombok menikah. (Kolase/ist)

SuaraBali.id - Pernikahan dini sepasang remaja di Lombok Tenggah, Nusa Tenggara Barat viral di media sosial baru-baru ini.

Pasangan itu yakni S (15) dan NH (12). Sebelum menikah keduanya disebut masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pasalnya, pernikahan dini yang melibatkan aparat dusun setempat dan orang tua mempelai ini tidak dilaporkan ke dinas terkait alias menikah di bawah tangan.

Pernikahan itu dilangsungkan di Desa Pengejek Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (12/9/2020). Seusai menjadi suami, S kini berjualan sabun keliling untuk menyambung hidup.

Baca Juga:Viral Keluhan Wanita Kena Razia PSBB Gara-gara Turunkan Masker 2 Detik

Dikutip dari Beritabali.com, pihak mempelai pria yang awalnya 'dipaksa' menikah karena alasan kemalaman mengantarkan pulang mempelai wanitanya usia diajak jalan-jalan.

Kini berbalik, S tak bersedia dan merasa berat dipisahkan dari pasangan kodeq (kecil) nya tersebut.

Berawal dari perkenalan singkat S dengan NIH pada pertengahan Agustus 2020 lalu, dengan perantara seorang temannya.

Empat hari kenalan, S berinisiatif mengajak NH pergi jalan-jalan pada Rabu (9/9). Namun saat mengantar pulang, S diminta orangtua NH untuk menikahi putrinya.

Alasannya, S dianggap melanggar karena kemalaman mengantar pulang anak gadis mereka. S diajak jalan-jalan pada siang hari, dan baru diantar pulang pada pukul 18.30 WITA.

Baca Juga:Viral Pernikahan Anak di Lombok, KemenPPPA: Itu Dampak Pandemi Covid-19

"Karena pulangnya diantar sudah malam, orang tua ceweknya keberatan. Dan mengantar anak gadis mereka itu ke rumah S agar dinikahi karena malu," kata Ehsan, Kepala Dusun Montong Praje Desa Pengenjek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, kepada wartawan, Kamis (17/9).

Ehsan selaku Kadus mengaku sempat melarang dan berusaha agar pernikahan dini warganya tersebut tidak terjadi. Namun tidak ada kata mufakat karena orang tua mempelai wanita memaksa agar anak mereka dinikahkan untuk menghindari rasa malu.

"Alasan adat Sasak katanya, tidak boleh mengantar anak gadis orang pulang malam-malam," sambungnya.

Pernikahan pun akhirnya digelar, karena orang tua mempelai wanita menolak negosiasi dari keluarga mempelai pria yang datang ke rumah mereka.

Rahman orang tua mempelai pria kini dikabarkan dalam kondisinya drop, karena syok menerima kenyataan anak laki-laki mereka harus menikah dini.

"Orang tua mempelai perempuan bilang takut anak gadisnya dicap buruk di kampungnya. Makanya lebih baik dinikahi sekarang," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini