Nasib Sejoli SMP di Lombok, Usai Menikah Kini Jualan Sabun

Mempelai pria juga berhenti bersekolah.

Husna Rahmayunita
Jum'at, 18 September 2020 | 11:14 WIB
Nasib Sejoli SMP di Lombok, Usai Menikah Kini Jualan Sabun
Sepasang remaja SMP di Lombok menikah. (Kolase/ist)

Ehsan selaku Kadus mengaku sempat melarang dan berusaha agar pernikahan dini warganya tersebut tidak terjadi. Namun tidak ada kata mufakat karena orang tua mempelai wanita memaksa agar anak mereka dinikahkan untuk menghindari rasa malu.

"Alasan adat Sasak katanya, tidak boleh mengantar anak gadis orang pulang malam-malam," sambungnya.

Pernikahan pun akhirnya digelar, karena orang tua mempelai wanita menolak negosiasi dari keluarga mempelai pria yang datang ke rumah mereka.

Rahman orang tua mempelai pria kini dikabarkan dalam kondisinya drop, karena syok menerima kenyataan anak laki-laki mereka harus menikah dini.

Baca Juga:Viral Keluhan Wanita Kena Razia PSBB Gara-gara Turunkan Masker 2 Detik

"Orang tua mempelai perempuan bilang takut anak gadisnya dicap buruk di kampungnya. Makanya lebih baik dinikahi sekarang," ujarnya.

Saat pernikahan itu, S memberikan mahar uang Rp 2 juta ke NH. Namun kini S yang sudah berhenti sekolah,  remaja itu bekerja sebagai penjual sabun keliling di pasar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini